Ada pepatah bijak mengatakan, rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadi kaya.

Salah satunya yaitu rajin menabung.

Menabung artinya menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk disimpan dan digunakan di masa yang akan datang.

Menabung juga menjadi perencanaan keuangan yang harus kamu lakukan selain berinvestasi dan lain sebagainya.

Misalnya, kamu memiliki pemasukan Rp 5.000.000 bisa menyisihkan sekitar 5-10% sesuai kondisi pengeluaran.

Oh ya, menabung itu bisa dilakukan dengan dua metode :

  • Harian (menabung dilakukan setiap hari), atau
  • Bulanan (menabung dilakukan setiap bulan)

Banyak yang mengira menabung itu sama dengan investasi. Padahal, keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Memang sih, menabung dan investasi itu kita menyimpan uang.

Akan tetapi, ketika diambil kembali uang hasil tabungan itu sesuai dengan apa yang kita tabung, sedangkan untuk investasi kita akan mendapatkan keuntungan.

Maka dari itu, menabung cocok untuk jangka pendek, menengah, dan panjang sedangkan investasi itu lebih cocok untuk jangka panjang saja.

Apa saja tips-tips menabung itu dan apa saja manfaat yang bisa kamu dapatkan? Mari simak penjelasannya pada konten berikut ini

Tips Menabung

Menabung itu nggak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Bukan hanya sekitar menyisihkan uang saja, melainkan ada pengaturan finansial lainnya.

Karena setiap orang memiliki kebutuhan yang tidak sama. Selain itu, pemasukan setiap orang juga berbeda.

Selain itu, banyak orang menabung tapi tidak bisa konsisten.

Rajin hanya pada awalnya saja, tapi lama kelamaan jadi malas menabung.

Nah supaya tidak salah langkah, berikut ini kami berikan beberapa tips menabung yang bisa kamu lakukan :

Tentukan Tujuan

Pertama, tentukan tujuan terlebih dahulu.

Apakah tujuan kamu menabung? Mau digunakan untuk apa uang tersebut?

Hal inilah yang harus kamu tentukan terlebih dahulu.

Umumnya, orang menabung itu lumayan beberapa tujuan yaitu :

  • Membeli kendaraan pribadi.
  • Membeli rumah.
  • Membeli gadget baru.
  • Biaya nikah.
  • Liburan
  • Dan lain sebagainya.

Jadi, sebelum menabung kamu harus tau terlebih dahulu mau dipakai untuk apa uang tabungan tersebut. Jangan sampai ujung-ujungnya nabungmu bakalan sia-sia.

Andaikata kamu menabung untuk banyak tujuan, sebenarnya itu bukan jadi masalah.

Selama kamu bisa memahami mana yang harus didahulukan.

Sebagai contoh seperti kisah di bawah ini :

Firdaus adalah seorang content writer yang harus bekerja menggunakan laptop. Laptopnya rusak, sedangkan smartphone yang digunakan sudah lawas namun masih bisa digunakan

Dia ingin membeli laptop baru dan HP baru dan ia pun mulai menabung.

Dari cerita itu, apa yang seharusnya dibeli Firdaus pertama kali?

Jawabannya tentu saja laptop. Sebab, laptop jauh lebih dibutuhkan ketimbang HP.

Sesuatu yang dijadikan prioritas sudah seharusnya akan membawamu ke arah produktivitas dalam bekerja.

Tentukan Target

Tips menabung selanjutnya adalah menentukan target. Bagaimana maksudnya?

Menabung itu harus ada targetnya.

Sebagai contoh, kamu ingin nabung sampai 15 juta supaya bisa beli motor. Hal ini berarti target menabung kamu adalah Rp 15 juta dan itu wajib kamu wujudkan.

Nggak masalah targetmu kecil maupun besar, karena yang paling terpenting adalah bagaimana kamu bisa mewujudkan target tersebut sehingga kamu bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Dan yang tidak kalah penting adalah sebuah target juga harus realistis.

Sebab kembali lagi, kamu harus menyesuaikannya dengan jumlah penghasilan yang dimiliki.

Tapi idealnya, menabung itu sebaiknya 10-15%. Bila kurang dari itu, berarti kondisi keuanganmu dalam keadaan yang tidak sehat,

Catat Pemasukan dan Pengeluaran

Supaya nabung jadi lebih maksimal, kamu juga perlu mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Tujuannya yaitu supaya kamu bisa mengira-ngira seberapa banyak uang yang harus ditabung.

Ingat, setiap orang pasti tidak sama.

Seseorang yang memiliki pemasukan banyak tapi pengeluaran sedikit, jumlah uang yang ditabung pasti tidak sama dengan orang berpenghasilan sedikit namun pengeluaran banyak.

Tentu saja, orang berpenghasilan tinggi pasti menyisihkan lebih besar untuk menabung.

Nah, kamu bisa membuat tabel seperti ini

Pemasukan Jumlah Pengeluaran Jumlah
Gaji Tetap Rp5.000.000 Makan dan minum Rp 1.500.000
Keuntungan Bisnis Rp2.000.000 Listrik Rp 80.000
Penghasilan Freelance Rp3.000.000 Pulsa dan Internet Rp 200.000
Transportasi Rp 800.000
Perawatan Kulit Rp 200.000
Belanja pakaian Rp 1.000.000
Wisata dan hiburan Rp 2.000.000
Gas dan Air Galon Rp 150.000
Lain lain Rp 300.000
Total Pemasukan Rp10.000.000 Total Pengeluaran Rp 6.230.000

Dengan begitu, masih ada dana tersisa sekitar Rp 3.770.000. Uang 3,7 juta tersebut boleh semuanya kamu tabung atau sebagian lagi diinvestasikan.

Sisihkan, Bukan Sisakan

Kebanyakan orang, nabung itu pasti dipikir belakangan.

Yang paling penting adalah uang dipakai terlebih dahulu sisanya baru ditabung, Padahal konsep menabung seperti ini sejatinya kurang tepat.

Kalau kamu pakai dulu uang tersebut, percayalah lama kelamaan akan habis juga secara tidak sadar.

Sebaiknya, kamu sisihkan terlebih dahulu untuk alokasi tabungan setelah membuat tabel pengeluaran dan pemasukan seperti di atas.

Jangan Langsung Dalam Jumlah Besar

Nggak perlu memaksakan diri menyisihkan uang dalam jumlah besar hanya karena ingin uang cepat terkumpul.

Menabung memang penting, akan tetapi kebutuhan primer pastikan terpenuhi terlebih dahulu. Apalagi jika penghasilanmu memang kecil, jangan memaksa nabung besar.

Yang paling terpenting sejatinya bukanlah seberapa besar, melainkan seberapa konsisten kamu dalam menyisihkan uang tersebut setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan.

Gunakan Rekening Berbeda

Tips menabung selanjutnya adalah memakai dua atau lebih rekening yang berbeda.

Untuk diketahui, cara menabung sekarang sudah jauh lebih modern.

Sudah sangat jarang terlihat orang menabung di celengan ayam, kebanyakan orang-orang saat ini sudah menyimpan uangnya di rekening.

Dan sehubungan dengan hal ini, aku saranin supaya kamu menggunakan dua rekening berbeda.

  • Satu rekening untuk pengeluaran,
  • dan satu lagi rekening sebagai tempat tabungan.

Dua rekening tersebut sebaiknya adalah dua rekening bank berbeda, jangan bank yang sama.

Khusus untuk rekening tabungan, aku menyarankan pilihlah rekening bank yang potongan administrasinya rendah. Atau bisa juga memakai dompet digital biar tidak terkena potongan bulanan sama sekali.

Selain itu aku juga merekomendasikan untuk memakai dompet digital untuk menyimpan uang. Alasannya uangmu tak akan terpotong biaya administrasi dan tetek bengeknya.

Percuma kan, udah capek-capek ngumpulin tapi malah berkurang?

Hidup Hemat

Hidup hemat adalah salah satu kunci penting supaya sukses dalam menabung.

Sebisa mungkin kamu menghindari gaya hidup konsumtif, dan beralihlah ke gaya hidup yang lebih hemat.

Kalau kamu hemat, berarti pengeluaran sedikit dan semakin banyak uang yang dapat kamu tabung. Itulah mengapa ada pepatah yang mengatakan hemat pangkal kaya.

Kalau mau jadi kaya ya, harus hidup hemat biar kamu bisa menabung dan uang itu dikumpulkan sampai menjadi banyak.

Percayalah, hidup foya-foya tidak akan membuatmu menjadi kaya. Sebab, kamu akan kesulitan dalam menabung.

Oh ya, aku punya beberapa tips sederhana supaya kamu bisa hidup hemat :

  • Utamakan kebutuhan daripada keinginan.
  • Bijak dalam membelanjakan uang.
  • Menjaga kesehatan, karena sehat itu mahal.
  • Berwisata murah.
  • Menerapkan pola hidup sederhana.
  • Membiasakan menabung.

Mencari Penghasilan Tambahan

Tips menabung berikutnya adalah mencari penghasilan tambahan. Memang ada hubungannya?

Tentu saja ada.

Semakin banyak uang yang kamu miliki, maka semakin mudah kamu dalam menyisihkan sebagian uang.

Lain halnya jika kamu hanya punya uang pas-pasan. Nabung menjadi sulit karena sebagian besar uang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan primer.

Ada banyak cara mendapatkan penghasilan tambahan, antara lain yaitu

  • Menjadi freelancer.
  • Berbisnis online.
  • Ojek online (jika punya motor).
  • dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jangan Anggap Remeh Uang Receh

Jangan anggap uang receh itu tidak harganya, karena pada faktanya sampai saat ini uang receh masih menjadi uang yang sah dan diakui oleh negara.

Memang uang receh itu tidak bisa disimpan di rekening. Akan tetapi, kamu masih bisa menyimpannya di celengan atau tempat lain yang aman.

Kumpulkan uang 500 rupiah setiap harinya.

Dalam sebulan, kamu sudah dapat Rp 15000 dan dalam waktu satu tahun sudah terkumpul Rp 180.000. Lumayan bukan?

Walaupun menabung dengan uang receh, selama itu rutin dan konsisten insyaallah manfaatnya akan kamu rasakan di kemudian hari.

Sedikit demi sedikit, kan lama-lama menjadi bukit.

Lakukan dengan Konsisten

Sudah melakukan semua tips di atas, tapi nggak konsisten maka tidak ada artinya.

Supaya sukses menabung, memerlukan konsistensi. Melakukannya secara rutin setiap hari hingga uang terkumpul sesuai apa yang diharapkan.

Jangan hanya rajin menabung di awal saja, tapi ke belakang malah malas-malasan.

Manfaat Menabung

Ada banyak sekali benefit yang bisa kamu rasakan jika rajin menabung, beberapa diantaranya yaitu :

Mengontrol Pengeluaran

Dengan menabung, kamu bisa mengontrol pengeluaran sehingga menghindarkanmu dari hidup boros.

Kalau nggak nabung, bukan tidak mungkin uangmu dipakai untuk hal-hal tidak berguna.

Daripada dipakai foya-foya, lebih baik disimpan supaya berguna di masa depan.

Mencapai Tujuan Finansial

Ini adalah tujuan utama kita menabung.

Dengan menabung, kita bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Dengan menabung, kita bisa membeli segalanya.

Dan faktanya memang begitu. Lagi pula, kalau tidak uang mana bisa buat beli sesuatu.

Belajar Hidup Hemat

Menabung itu mengajarkan kita hidup hemat.

Selalu menyisihkan uang yang dimiliki dan tidak dipakai untuk pemborosan.

Menabung adalah cara terbaik melatih seseorang supaya bisa hidup lebih hemat. Kamu akan tau bagaimana menggunakan uang secara bijak.

Itulah dia berbagai kiat-kiat dan tips menabung yang siapapun insyaallah bisa melakukannya. Ayo menabung dari sekarang, demi hidup bahagia di masa yang akan datang.