Tahukah kamu? Bahwasanya ada sebuah sosial media yang memiliki fungsi seperti Curriculum Vitae.

Sebab di sosial media tersebut kamu bisa menambahkan profil, skill, lengkap dengan pengalaman kerja.

Sosial media yang dimaksud adalah LinkedIn

LinkedIn memang diciptakan untuk kepentingan bisnis dan karir profesional.

Bahkan di zaman sekarang, beberapa perusahaan sudah tidak mensyaratkan CV sebagai syarat melamar kerja tetapi perusahaan akan langsung melihat akun LinkedIn serta akun sosial media lainnya milik pelamar.

Maka dari itu, aku menyarankan kepada kamu untuk membuat LinkedIn dari sekarang.

Untuk membuat LinkedIn caranya mudah kok, tinggal buka situs LinkedIn: Log In or Sign Up, klik sign up lalu isi data-data yang diperlukan dan ikuti langkah selanjutnya sampai selesai.

Atau kalau nggak mau ribet, bisa langsung daftar menggunakan akun google.

Simple banget kan?

Tips Membuat Profil LinkedIn yang Dilirik HRD

profil LinkedIn

Salah satu alasan mengapa HRD tertarik merekrut seseorang adalah karena orang tersebut bisa membuat profil LinkedInnya menjadi menarik.

Kamu bisa mengikuti tips-tips berikut ini dalam membuat profil LinkedIn yang bisa membuatmu mudah memperoleh pekerjaan :

Pasang Foto Profil Profesional

Pertama, silakan pasang foto profil terlebih dahulu.

Tentu bukan foto alay ya, bukan juga foto berdua, bertiga, atau beramai-ramai.

Melainkan foto yang harus diupload di LinkedIn adalah foto yang benar-benar profesional.

Misalnya, foto memakai jas hitam atau memakai kemeja.

Selain itu, foto profil LinkedIn yang bagus itu tersenyum, melihat kamera, dan 50% bagiannya adalah wajah termasuk bibir.

Ya kurang lebih seperti ketika kamu foto formal 3×4 atau 4×6 di studio foto.

Jangan pasang foto memakai baju yang kurang etis dipakai pelamar kerja. Contohnya baju tidur, kaos oblong, atau pakaian-pakaian lain yang tidak resmi.

Selain foto profil, alangkah lebih baik jika kamu juga menambahkan foto sampul.

Lengkapi Data Diri

data diri LinkedIn

Jangan lupa lengkapi data diri kamu pada bagian headline LinkedIn.

Banyak yang beranggapan, bahwa headline tersebut diisi seperti halnya bio di instagram atau facebook.

Padahal itu salah besar.

Yang benar adalah, pada bagian headline ditulis profesi kamu saat ini atau bisa ditulis mahasiswa dan nama kampus jika kamu masih kuliah.

Selain itu ada juga kolom about yang harus kamu isi.

Pada bagian tersebut, silakan isi dengan informasi diri yang menarik plus bidang pengerjaan yang kamu minati. Usahakan tidak terlalu panjang

Misalnya :

“Saya adalah seorang freelance content writer, bloger, dan kontributor di beberapa media online. Tertarik di bidang kepenulisan konten web dan SEO”

Isi Pengalaman Kerja

Tips membuat profil LinkedIn yang menarik selanjutnya adalah mengisi kolom pengalaman kerja.

Tidak masalah jika masih sedikit pengalamannya, isi saja. Kalau ada pengalaman kerja baru, tinggal ditambahkan lagi.

Pada kolom pengalaman kerja, jangan lupa isi juga dengan deskripsi pekerjaan dan pencapaian yang sudah pernah didapatkan dari pekerjaan tersebut.

Bukan hanya pekerja kantoran saja, walaupun kamu cuma kerja part time atau freelancer tetap bisa diisi kok. Itu namanya juga pengalaman.

Bagaimana untuk seorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman sama sekali?

Nah, kalau kamu fresh graduate, bisa diisi dengan pengalaman organisasi selama sekolah atau kuliah.

Isi Bagian Pendidikan

Riwayat pendidikan tentu menjadi bahan pertimbangan HRD dalam merekrut seorang pekerja.

Maka dari itu, wajib hukumnya bagi pengguna LinkedIn untuk mengisi kolom pendidikan.

Pada bagian ini, silakan isi dengan nama sekolah/kampus terakhir kamu, jurusan, nilai, dan waktu menempuh pendidikan.

Bagi kamu yang lulusan kuliah, cukup masukkan SMA dan kuliah saja.

Untuk TK, SD, SMP nggak perlu dimaksud ya, karena HRD tidak akan melihat hal itu.

Intinya, pada riwayat pendidikan cukup memasukkan satu atau dua pendidikan terakhir saja.

Isi Bagian Prestasi

Kamu punya prestasi selama sekolah atau kuliah? Tidak ada salahnya untuk dimasukkan, justru hal ini bisa menambah nilai plus di mata HRD.

Namun, tidak semua prestasi dimasukkan ya.

Masukkan prestasi hanya yang relevan dengan bidang kamu saat ini.

Sebagai contoh, kamu adalah seorang designer grafis, maka prestasi yang dicantumkan adalah prestasi yang berhubungan dengan dunia desain.

Jangan lupa lampirkan bukti link sertifikat agar HRD benar-benar yakin dengan prestasi kamu.

Mengubah URL Profil LinkedIn

Mengapa URL profil LinkedIn perlu diubah? Mengapa tidak buat default saja?

Sebab URL default itu berisi angka-angka dan huruf yang tidak menarik. HRD pun, kurang tertarik dengan profil LinkedIn seperti ini.

Maka dari itu, supaya terlihat sedikit profesional, silakan ubah URL profil LinkedIn kamu.

Caranya sangat mudah, tinggal klik bagian “Privacy & Settings”, lalu klik “Edit Public Profile” yang ada di bawah “Helpful Links”. Setelah itu, ubah URL pada bagian “Your public profile URL”.

Sangat mudah bukan?

Tambahkan Keahlian yang Relevan

Selain pengalaman, pendidikan, dan prestasi, skill atau keahlian merupakan hal yang dilihat oleh HRD dalam proses perekrutan karyawan.

Jika kamu ingin dilirik peluang HRD, jangan lupa cantumkan keahlian pada LinkedIn.

Yang paling penting adalah keahlian yang relevan dengan pekerjaan kamu saat ini.

Sebagai contoh, jika kamu seorang content writer maka seharusnya keahlian-keahlian yang dimasukkan antara lain yaitu :

  • Writing
  • Editing
  • Research
  • Search Engine Optimization
  • Microsoft office
  • Dan lainnya.

Selain itu, portofolio juga perlu ditambahkan. Misalnya, content writer wajib meng-upload portofolio tulisan-tulisan yang pernah dibuat di berbagai website.

Tanpa adanya portofolio, skill kamu akan diragukan oleh HRD.

Rutin Membuat Postingan

Sama halnya seperti facebook, twitter, dan instagram, di LinkedIn kamu pun juga bisa memposting sesuatu, apapun itu.

Bisa berupa tulisan, gambar, hingga video, bahkan prensentasi sederhana pun bisa.

Karena LinkedIn dibuat untuk orang-orang yang profesional, jangan pernah sekalipun membuat postingan alay atau postingan apapun yang sekiranya tak perlu diposting.

Di LinkedIn, disarankan memposting sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan kamu saat ini.

Sebagai contoh, jika kamu content writer maka feed LinkedIn bisa dijadikan tempat untuk membagikan tulisan-tulisan yang sudah dibuat sebelumnya.

Atau kamu bisa membagikan tips-tips dan ilmu berkaitan dengan dunia kepenulisan konten.

Hanya bagikan hal-hal bermanfaat pada feed LinkedIn kamu.

Memperluas Koneksi

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya pada “Tips Mendapatkan Pekerjaan”, salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah koneksi.

Karena koneksi inilah kita bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena sudah ‘direkomendasikan”.

Di LinkedIn terdapat sebuah fitur yang bernama, koneksi atau connection. Gambarannya kurang lebih seperti followers di tiktok/instagram/twitter, atau friends di facebook.

Jadi ibaratnya, koneksi ini adalah teman kita di LinkedIn.

Koneksi ini dapat membuka jalan bagi kamu untuk bisa memperoleh pekerjaan yang diinginkan.

Bukan tidak mungkin, jika salah satu koneksi kamu adalah seorang HRD atau direktur perusahaan.

Sebaiknya Menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris?

Pertanyaan seperti cukup sering ditanyakan oleh pengguna LinkedIn dari Indonesia.

LinkedIn sebaiknya diisi dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris?

Sebetulnya, tidak menjadi masalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Hanya saja, jika kamu memang menggunakan bahasa Inggris, jangan sampai salah penulisan karena itu bisa mengurangi nilai kamu di mata recuiter.

Kalau mau main aman, ya gunakan bahasa Indonesia saja.

Penggunaan bahasa Indonesia tidak serta merta mengurangi nilai kamu di mata recuiter atau perekrut.

Asalkan tulisannya tidak ada yang typo dan bisa menarik perhatian itu sudah cukup bagus.

Itulah dia beberapa tips membuat profil LinkedIn yang menarik HRD. Semoga dengan begitu, kamu bisa lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan.

Apakah artikel ini membantumu?