CV atau Curriculum Vitae merupakan dokumen yang berisi riwayat diri atau riwayat hidup seperti nama, tempat tanggal lahir, pendidikan, keahlian, biodata, dan riwayat pekerjaan lainnya.

CV menjadi salah satu dokumen yang wajib kamu persiapkan ketika melamar kerja?

Apa tujuannya?

Supaya recuiter tau tentang diri kamu dengan cepat hanya dengan melihat CV yang kamu buat. Dari CV itulah HRD akan mempertimbangkan apakah menerima lamaran kerja yang diajukan ataukah tidak.

Bagi kamu yang sudah kirim lamaran kemana-mana, namun tak kunjung mendapatkan panggilan, hampir bisa dipastikan penyebabnya ada di CV.

Nggak peduli sebagus apapun skill kamu, sebanyak apapun pengalaman yang kamu miliki, kalau CV-nya buruk maka semua hanya akan menjadi mimpi buruk.

Bahkan HRD perusahaan hanya membutuhkan waktu 10 detik saja untuk menilai CV seseorang apakah layak dipanggil ataukah tidak.

Bisa dikatakan, CV adalah hal pertama yang pasti dilihat dan dinilai oleh seorang HRD.

Tips Membuat CV yang Menarik

ilustrasi curriculum vitae

Tentu kamu tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Kuncinya sebenarnya hanya satu, yaitu CV yang menarik.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana sih tips membuat curriculum vitae yang bisa membuat HRD menjadi tertarik?

Kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut ini :

CV Singkat, Padat dan Jelas

Aku sarankan, CV yang kamu buat itu haruslah singkat, padat, dan juga jelas.

Singkat maksudnya adalah CV jangan sampai terlalu panjang dan bertele-tele.

Sebisa mungkin buat hanya satu halaman saja atau sebanyak-banyaknya dua, jangan sampai lebih dari dua.

Jangan berpikir semakin banyak halamannya, maka semakin membuat HRD menjadi tertarik.

Tidak, itu tidak akan terjadi. Karena HRD lebih suka CV yang ringkas.

Tak hanya ringkas atau singkat saja, sebuah CV haruslah padat dan jelas.

Meski singkat, informasi yang ditampilkan harus tetap jelas dan bisa dipahami oleh HRD atau recuiter.

Jangan sampai HRD merasa kebingungan karena CV yang kamu tulis informasinya tidak jelas.

Jadi, CV singkat dan menampilkan informasi yang padat nan jelas merupakan hal yang harus ada.

Desain Sederhana dan Menarik

Contoh desain CV yang simple. Photo by Design Hack

Banyak yang menyepelekan hal ini, yaitu desain.

Ketika kamu membuat sebuah CV jangan hanya memikirkan tentang isi saja, pikirkan juga desainnya.

Desain menjadi sesuatu hal yang juga dilihat oleh HRD.

HRD lebih suka CV dengan desain yang simpel namun tetap bisa menampilkan informasi penting.

CV yang terlalu banyak hiasan-hiasan dan ornamen-ornamen sama sekali tidak disukai oleh HRD. Bagi kamu yang terbiasa membuat CV dengan model seperti itu, ubahlah kebiasaanmu mulai sekarang.

Selain template yang simple, ada hal-hal lain yang perlu kamu perhatikan yaitu font tulisan, pemakaian bold, italic, serta caps lock yang digunakan.

Hindari penggunaan font klasik seperti Times New Roman atau Comic Sans MS, ganti dengan font lain yang jauh lebih unik.

Nah, supaya desain CV jadi menarik kamu bisa membuatnya di aplikasi Adobe Photoshop atau Corel Draw.

Menggunakan Kata-kata Kreatif

Pada hakikat, isi CV memang sebuah tulisan. Nggak peduli sebagus apapun desainnya tapi kalau isi did dalamnya tidak menarik, maka CV kamu akan dikesampingkan oleh HRD.

Dalam membuat CV, sebisa mungkin gunakan kata-kata kreatif dan memiliki power sehingga mengundang ketertarikan dari seorang HRD.

Jangan pula memakai kata-kata yang sering dipakai pelamar pada umumnya.

Jelas, hal tersebut akan membuat CV terlihat membosankan di mata HRD.

Jadi kamu harus pintar-pintar dalam memilih kata untuk dimasukkan ke dalam CV.

Baca juga : contoh kata pengantar.

Jangan Sampai Ada yang Typo

Ilustrasi cek typo tulisan

Kesalahan sepele namun sering terjadi adalah typo, ya meskipun cuma salah kurang 1 huruf saja tetap saja membuat HRD tidak suka.

Jangan sampai desainnya sudah bagus dan isinya juga bagus tapi ternodai dengan kesalahan-kesalahan penulisan yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

Maka dari itu, sangat penting untuk cek typo terlebih dahulu sebelum mengirimkan CV ke HRD.

Bukan cuma itu saja, grammar dan ejaan juga perlu diperhatikan.

Ada banyak sekali tools-tools yang bisa digunakan untuk mengecek typo pada tulisan diantaranya yaitu google docs dan typoonline.

Itu adalah cara instan, kalau kamu mau cara manual bisa mengoreksinya sendiri atau meminta bantuan kepada orang lain.

Masukkan Pengalaman Kerja yang Relevan

Tips membuat CV yang bisa dilirik adalah memasukkan pengalaman kerja yang relevan.

Mayoritas perusahaan pasti mencari karyawan yang sudah berpengalaman, dari CV inilah HRD bisa mengetahui bagaimanakah pengalaman kerja calon karyawan.

Pada faktanya, banyak yang salah dalam menulis pengalaman kerja di CV.

Ditulis banyak, namun tidak semuanya sesuai dengan posisi yang dilamar.

Hei, HRD hanya peduli dengan pengalaman kerjamu yang relevan dengan posisi yang akan kamu lamar.

Misalnya, kamu ingin melamar kerja sebagai content writer, maka pengalaman kerja yang harus dicantumkan cukup pengalaman kerja di bidang content writer.

Kalau kamu pernah bekerja jadi cleaning service, kasir, admin tidak perlu dicantumkan.

Selain itu, jelaskan juga secara singkat namun lengkap apa saja hal-hal yang kamu lakukan dan telah dicapai dari pekerjaan tersebut.

Sehingga dari pengalaman tersebut, HRD bisa melihat apakah adalah orang yang layak ataukah tidak.

Camtumkan Kontak yang Bisa Dihubungi

Kontak merupakan salah satu hal yang wajib dicantumkan pada sebuah CV dan jangan sampai kamu lupa memasukkannya.

Isi sudah oke, desain sudah bagus, namun kamu lupa mencantum kontak. Alhasil HRD bingung mau menghubungi kamu bagaimana caranya dan pada akhirnya dia tidak jadi menghubungi kamu.

Sangat disayangkan bukan?

Untuk itulah, jangan sampai lupa memasukkannya. Oh ya, pastikan kontak yang kamu cantumkan adalah kontak yang benar-benar aktif ya.

Nomor HP dan email adalah dua kontak yang wajib untuk dicantumkan.

Cantumkan Kontak Referensi

Selain memasukkan kontakmu, kamu juga harus memasukkan kontak referensi.

Adapun yang dimaksud kontak referensi adalah kontak yang bisa memberikan referensi kepada HRD terkait kompetensi terhadap pekerjaan yang akan diberikan oleh perusahaan.

Namun, kamu wajib izin terlebih dahulu ke pemilik kontak jika ingin mencantumkannya kontak dia ke CV kamu.

Kontak referensi ini bisa menjadi poin plus dan bisa membuat HRD semakin yakin dengan kompetisi yang kamu miliki karena sudah direferensikan.

Cantumkan Sosial Media

Tips membuat CV selanjutnya adalah memasukkan akun sosial media.

Di era sekarang ini, akun sosial media juga menjadi bahan pertimbangan.

Bagi kamu yang punya akun sosmed dan isinya memang bagus, bukan berita-berita hoax atau foto-foto alay, tidak ada salahnya untuk dicantumkan untuk menambah poin plus.

Linkedln adalah sosial media yang wajib dimiliki oleh pelamar kerja, dan lewat sosmed itu kamu bisa mendapatkan banyak sekali informasi tentang lowongan kerja.

Baca juga : contoh CV sebagai guru.

Apabila kamu menerapkan tips-tips di atas, insyaallah tidak akan ada lagi cerita kertas CV dibuang ke tong sampah oleh HRD.

Kamu akan mendapatkan panggilan untuk selanjutnya mengikuti tes wawancara dan pada akhirnya diterima kerja.

Apakah artikel ini membantumu?