Artificial Intelegence (AI) atau kecerdasan buatan dalam bahasa Indonesianya, dapat diartikan sebagai alat atau mesin komputer yang memiliki kecerdasan seperti manusia.

AI pertama kali ditemukan pada tahun 1950 oleh seseorang yang merupakan salah satu pioneer dalam dunia komputer bernama Alan Turing.

Pada saat itu, ia mendemonstrasikan sebuah proposal penelitian yang bernama Computing Machinery and intelegence.

Tujuan dari diciptakannya AI tersebut tentunya untuk membantu aktivitas manusia sehari-hari. Selain itu, masih banyak fakta artificial intelegence yang menarik untuk diketahui.

Fakta Artifical Intelegence yang Menarik Diketahui

Seiring perkembangan zaman, kecerdasan buatan yang ditemukan tersebut juga semakin berkembang hingga sudah digunakan secara luas seperti pada perangkat smartphone, komputer, dan berbagai peralatan lainnya yang membutuhkan bantuan dari AI.

Di era globalisasi dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, perkembangan dari AI sudah seperti pada puncaknya dengan penciptaan robot berbentuk manusia dan hewan yang memiliki kecerdasan buatan hampir seperti manusia atau hewan asli.

Oleh karena itu, berikut ulasan mengenai seputar fakta artificial intelegence.

Rata-rata berjenis kelamin perempuan

Mungkin untuk kamu yang pernah melakukan interaksi dengan AI semacam Google Now, Siri, ataupun Cortana pernah bertanya-tanya mengapa suara yang dikeluarkan seperti suara seorang wanita.

Sebenarnya hal tersebut tidak mempunyai alasan tertentu, namun terdapat beberapa faktor yang membuat keputusan akhir untuk menggunakan jenis suara wanita sebagai standar suara dari tiga AI tersebut.

Salah satu faktornya adalah hal dari sebuah penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa wanita maupun pria lebih suka mendengarkan AI bersuara wanita dibandingkan bersuara seorang pria.

Selain itu, hasil penelitian yang cukup logis tentang suara wanita pada AI, dikarenakan mayoritas anggota dari tim yang membuat AI merupakan seorang pria dan mereka berpendapat bahwa suara wanita lebih menarik untuk dijadikan suara standar pada AI.

AI berbentuk hewan peliharaan

Pengembangan berupa penciptaan robot AI berbentuk hewan peliharaan mulai banyak dilakukan akhir-akhir ini.

Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Banyak masyarakat yang mengeluh dalam hal memelihara hewan peliharaan seperti kewajiban memberi makan setiap hari, rutin untuk memandikannya, hingga perpisahan yang harus dihadapi karena rata-rata umur dari hewan peliharaan tidaklah lama.

Walaupun untuk sekarang ini robot berbentuk hewan peliharaan tersebut sudah ada, jenis AI ini belum diperjualbelikan secara massal karena harganya yang sangat mahal.

Namun, seorang peneliti asal Australia memprediksi bahwa AI berbentuk robot hewan peliharaan akan mulai banyak diperjualbelikan dan dimiliki oleh masyarakat pada tahun 2025.

Kemampuan untuk Menulis

Kemampuan menulis pada AI tersebut, pertama kali diketahui pada sebuah artikel yang muncul dalam sebuah situs di Amerika Serikat.

Dalam artikel tersebut tertulis perangkat komputer yang sudah dilengkapi oleh kecerdasan buatan telah berhasil menulis sebuah artikel yang mengambil data-data dari seismograf.

Orang yang mengembangkan teknologi pada perangkat ini adalah seorang profesor bernama Larry Birnbaum.

Ia menuturkan bahwa apa yang ditulis oleh AI tersebut masih jauh dari kata sempurna karena hanya dapat menulis dari apa yang bisa dibacanya saja. Namun mungkin saja di masa mendatang, Al akan bisa menulis novel atau artikel buatannya sendiri.

Hubungan AI dengan Manusia

Semakin berkembangnya teknologi AI tentunya akan memunculkan sebuah pertanyaan tentang apakah nantinya manusia dapat memiliki hubungan dengan AI.

Akan menjadi suatu hal yang menarik jika seorang manusia dapat mempunyai hubungan emosional dengan sebuah robot berteknologi AI.

Ternyata hal tersebut dapat saja terjadi, dibuktikan dengan beberapa waktu lalu sebuah robot berteknologi AI bernama Erica yang berasal dari Jepang mampu merespons dan menjawab hampir semua pertanyaan yang dilontarkan lawan bicaranya.

Selain itu, ternyata Erica juga memiliki kemampuan untuk bercanda seperti manusia.

Kemampuan untuk Belajar

Mungkin kamu pernah berpikir bahwa robot yang memiliki kecerdasan buatan tidak akan bisa menjadi lebih pintar daripada pembuatnya yang merupakan seorang manusia.

Untuk fakta yang satu ini mungkin dapat menjadi fakta artificial intelegence paling unik.

Ternyata robot yang sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan dapat menjadi lebih pintar dari penciptanya.

Hal ini telah dibuktikan dengan sebuah sistem AI buatan Google dapat mengalahkan orang yang membuatnya dalam game Atari.

Bahkan sistem AI ini mampu menjadi pemain Atari terbaik di dunia setelah mengalahkan para pemain Atari terbaik lainnya yang tentunya merupakan seorang manusia.

Pada awal penciptanya, AI yang dibuat oleh Google ini tidak mengetahui tentang game Atari. Kemudian AI tersebut diperintahkan untuk mempelajari cara bermain Atari dengan melakukan sebanyak 2600 pertandingan Atari sendiri.

Akan Lebih Cerdas Daripada Manusia

Dengan kemampuan untuk terus belajar yang dimiliki oleh AI saat ini, tentunya kepandaiannya akan terus berkembang seiring waktu berjalan.

Dengan ini, berbagai teknologi yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan akan sangat membantu kegiatan manusia di masa mendatang.

Perkembangan pikiran yang dimiliki AI tersebut telah dibuktikan pada tahun 2013 lalu, diketahui bahwa kepintaran pada AI setara dengan anak berumur empat tahun.

Kemudian pada tahun 2014, tingkat kecerdasan AI mengalami peningkatan yang drastis. Jika tahun sebelumnya tingkat kecerdasannya sama dengan anak umur empat tahun, untuk tahun 2014 AI tersebut sudah mampu untuk menyelesaikan sebuah masalah sangat rumit yang bernama Erdos Discrepancy.

Bisa memperbaiki Diri Sendiri

Dimuat dalam sebuah karya ilmiah pada tahun 2015 lalu, terdapat sebuah robot AI yang dapat memperbaiki kerusakan pada tubuhnya bahkan setelah kehilangan 2 kakinya yang berjumlah 6 buah.

Robot itu tidak tahu tentang kerusakannya, namun ia sadar bahwa performanya telah menurun.

Dengan menggunakan algoritma yang didasari oleh error dan trial, robot tersebut dapat mengetahui apa yang salah pada bagian tubuhnya dan cara untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Para peneliti yang mengembangkan robot AI tersebut menuturkan bahwa ketika si robot memperbaiki dirinya, ia juga melakukan update database sendiri dalam hal yang tidak bekerja pada fase sebelumnya.

Ketika itu, si robot AI mampu memproses 13 ribu gerakan yang ia ambil dari 10 pangkat dari 47 perilaku berbeda. Ini merupakan angka yang sangat luar biasa, serta dapat berarti bahwa kecerdasan yang dimiliki dapat menjadi tanpa batas.

Dapat menjadi Peramal

Fakta artificial intelegence yang satu ini adalah sebuah perkembangan dari AI dengan suatu kecerdasan luar biasa yang disebut Nautilus.

Dengan kecerdasannya yang dimiliki, AI bahkan dapat memprediksi masa depan pada beberapa hal. Pernah terbukti, ia dapat memprediksi tempat keberadaan Osama bin Laden bersembunyi dalam radius 205 km.

Selain itu, AI juga mampu memprediksi adanya gelombang demonstrasi dan protes di negara Arab akan terjadi di bulan Desember 2010.

Beberapa hal di atas merupakan fakta artificial intelegence yang menarik untuk diketahui.

Dengan perkembangannya yang semakin pesat, tentunya tetap diperlukan suatu keseimbangan agar posisi manusia tidak tergantikan dengan AI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here