Generation Alpha
Generasi Muda

Dunia semakin berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan tersebut bisa dilihat dari kondisi lingkungan dan teknologi.

Setiap perkembangan tersebut berhasil membentuk suatu generasi baru. Tipe-tipe generasi saat ini memiliki karakter dan pola pikir berbeda dari generasi sebelumnya. Hal tersebut disebabkan adanya adaptasi tiap generasi.

Lebih Dekat dengan 5 Tipe-Tipe Generasi yang Ada Saat Ini

Generasi Baby Boomers, X, Y, Z dan Alpha
Generasi Baby Boomers, X, Y, Z dan Alpha

Dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun, telah terbentuk 5 generasi yang berbeda.

Perbedaan utama tiap generasi adalah tahun kelahiran mereka. Selain itu, masih banyak ciri-ciri setiap generasi yang dapat diperhatikan dan dicermati.

Masing-masing generasi memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan perilaku dan pola pikirnya. Berikut merupakan penjelasan tipe-tipe generasi yang ada di dunia.

1. Generasi Baby Boomers

Generasi Baby Boomers ditandai dengan orang-orang yang lahir pada tahun 1960 ke atas.

Generasi ini ada ketika perang sampai usai. Mereka yang lahir sebagai generasi Baby Boomers harus beradaptasi terhadap kehidupan baru setelah perang yang membentuk karakter.

Saat itu, perekonomian dunia mulai tumbuh dan bangkit dari keterpurukan akibat perang.

Pengaruh perang membuat mereka berorientasi pada berkelompok dan saling menjaga keluarganya terutama anak-anak.

Sikap yang paling khas adalah memegang teguh adat istiadat yang berlaku. Sikap tersebut membuat mereka dikenal sebagai generasi “kolot” yang susah menerima perubahan dan teknologi yang berkembang.

Baby Boomers
Baby Boomers

Etika kerja yang dimiliki oleh Baby Boomers salah satunya bekerja keras dan berdedikasi tinggi. Mereka fokus untuk mengembangkan diri mereka agar mendapatkan hal yang lebih baik.

Saat bekerja, mereka mementingkan efisiensi dan kualitas yang baik. Hasil kerja yang diinginkan berupa penghasilan tinggi dan pengakuan sosial.

Akibat sikap itu, mereka menjadi kaku dengan adanya perubahan dan cenderung beranggapan semua pekerja harus bekerja keras secara individu.

Generasi Baby Boomers beranggapan hidup harus dihabiskan untuk bekerja. Selain itu, mereka tidak terlalu menyukai kritik.

Dalam berkomunikasi, generasi Baby Boomers lebih menyukai berbicara langsung dibandingkan melalui perangkat.

Hal tersebut disebabkan teknologi saat mereka lahir belum berkembang dengan baik sehingga mereka lebih terbiasa berbicara langsung.

Saat berkomunikasipun mereka cenderung menjawab pertanyaan seperlunya dan berharap akan ditanya lebih lanjut.

Baca juga: 10 cara menghasilkan uang dari internet yang sudah terbukti berhasil 

2. Generasi X

Generasi X merupakan hasil didikan generasi Baby Boomers. Beberapa sikap seperti pengambilan keputusan dimiliki oleh generasi X.

Generasi X adalah orang yang lahir pada tahun 1961-1980 dimana terjadi berbagai konflik dunia seperti Perang Vietnam dan Perang Dingin.

Melihat hal tersebut, generasi X dapat memahami adanya perbedaan dan bersikap toleran agar tidak timbul konflik yang merugikan.

Pada masa ini, teknologi sudah mulai berkembang, khususnya teknologi informasi.

Generasi X mulai mengenal adanya komputer untuk bekerja. Hal tersebut menyebabkan mereka memilih inovasi yang lebih baik untuk mempermudah aktivitas sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, generasi X lebih menyukai pekerjaan tidak formal atau menjadi pengusaha.

Mereka tidak menyukai adanya kekuasaan yang mengikat dan persyaratan kerja. Selain itu, mereka juga menyukai suasana pekerjaan yang tidak mengikat, efisien, dan fleksibel.

Generasi X
Generasi X

Sifat yang dapat diperhatikan dari generasi X adalah cenderung skeptis.

Mereka akan memikirkan sesuatu dengan baik agar mendapatkan hasil yang optimal.

Ketika berkomunikasi, mereka tidak menyukai basa-basi yang berlebihan sehingga saat berbicara langsung pada inti pembahasan.

3. Generasi Y

Generation Y
Generation Y

Tipe-tipe generasi selanjutnya adalah generasi Y. Generasi Y merupakan orang-orang yang lahir pada 1981-1994 yang juga dikenal dengan istilah generasi milenial.

Pada era ini teknologi telah berkembang pesat. Anak-anaknya dapat menemui teknologi berupa handphone dan video games.

Akibatnya generasi Y dapat mendapatkan informasi lebih cepat. Selain itu, mereka dapat mengembangkan ide yang lebih inovatif dan memunculkan ide visioner terkait pengembangan teknologi dan sains.

Generasi Y umumnya memiliki sikap toleran yang tinggi dan menghargai adanya perbedaan.

Hal ini berpengaruh terhadap lingkungan kerja yang mereka inginkan yaitu penuh dengan kekeluargaan dan dapat berkolaborasi.

Generation Y
Generation Y

Sama seperti Baby Boomers, generasi Y selalu bekerja keras dan ulet agar mendapatkan hasil yang optimal.

Generasi Y sangat menyukai tantangan. Tidak jarang mereka melakukan banyak tugas dalam satu waktu.

Mereka tidak mempermasalahkan adanya sistem lembur asalkan hasil kerja dapat memuaskan hati.

Mereka tidak segan untuk menerima kritikan. Hal tersebut dianggap sebagai sebuah penghargaan atas kerja yang telah mereka lakukan.

Namun, generasi Y selalu berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan antara bekerja dengan mengikuti gaya hidup.

Untuk membicarakan hal yang serius, generasi Y lebih suka untuk bicara secara personal dan bertemu langsung.

Mereka ingin segala permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak ada salah paham. Meskipun begitu, generasi Y merupakan generasi yang sopan. Saat berpapasan mereka selalu menyapa terlebih dulu.

4. Generasi Z

Generasi Z berisi orang-orang yang lahir pada 1995-2010. Mereka lahir pada masa transisi perkembangan teknologi.

Adanya teknologi yang serba memudahkan menyebabkan generasi Z menyukai hal-hal instan dalam proses bekerja. Hal tersebut berpengaruh terhadap pola pikir dan cara mereka bekerja.

Generasi Z
Generasi Z

Generasi Z tumbuh bersamaan dengan adanya inovasi teknologi yang beragam seperti smartphone, sosial media, dan lainnya.

Kehidupan menjadi sangat bergantung pada teknologi tersebut. Tidak jarang mereka mementingkan popularitas dari sosial media dengan melakukan hal-hal penuh sensasi.

Sikap generasi Z masih terus diperhatikan dan belum dapat disimpulkan secara pasti seperti generasi sebelumnya.

Hal ini disebabkan saat ini kebanyakan masih berada di fase remaja. Secara garis besar mereka cenderung mengikuti gaya generasi Y mulai dari sikap saat bekerja, bersosialisasi, dan berkomunikasi.

Generasi Z menyukai suasana yang fleksibel dan berorientasi pada kekeluargaan. Banyak yang lebih memilih bekerja dalam tim dibandingkan bekerja sendiri.

Pola pikir generasi Z lebih terbuka terhadap perubahan dan inovatif untuk mengembangkan hal baru.

Namun, beberapa mengatakan bahwa generasi Z tidak terlalu peduli dengan kondisi sekelilingnya dan bersikap individualis dalam menghadapi sebuah masalah.

5. Generasi Alpha

Generasi Alfa
Generasi Alfa

Tipe-tipe generasi terakhir adalah generasi Alpha. Generasi Alpha merupakan generasi termuda yang ada di dunia saat ini.

Mereka lahir pada tahun 2010 ke bawah. Kebanyakan saat ini mereka masih memasuki fase anak-anak.

Saat mereka lahir, teknologi telah dikenalkan sejak mereka lahir bahkan sudah berpengalaman dalam menggunakannya.

Generasi Alfa
Generasi Alfa

Hal tersebut dapat dilihat dari sikap anak-anak saat ini yang familier dalam menggunakan smartphone dan internet.

Pertumbuhan mereka diiringi dengan adanya teknologi tersebut sehingga mereka tidak akan bisa dilepaskan dari teknologi yang ada.

Pola pikir generasi Alpha lebih terbuka dengan adanya teknologi dan segala perkembangannya.

Hal tersebut membuat mereka lebih inovatif dan transformatif terhadap teknologi. Perkembangan pola pikir dan sikap generasi Alpha akan sangat terpengaruh oleh adanya teknologi saat ini.

Para orang tua yang berasal dari generasi sebelumnya harus bisa mengarahkan para generasi Alpha untuk menggunakan teknologi dengan bijak.

Dengan memahami setiap perbedaan tipe-tipe generasi, diharapkan kamu dapat mengenali sikap dan pola pikir agar dapat melengkapi satu sama lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here