Waktu kecil pasti teman – teman di sini pernah minum yang namanya Yakult atau mungkin sampai sekarang kamu semua masih suka minum?

Semua suka minum Yakult
Semua suka minum Yakult

Memang Yakult ini jadi minuman yang paling banyak disosialisasikan ke sekolah – sekolah di Indonesia. Pastinya kamu pernah dong sekolahnya didatangi Yakult Lady atau ibu–ibu yang menjadi distributor Yakult ke pelanggan?

Ternyata sejak jaman dulu pun, Yakult Lady sangat erat hubungannya dengan produk Yakult yang pertama kali dikembangkan oleh dokter Minoru Shirota. Tapi bagaimana ya sejarah lengkap ditemukannya Yakult hingga menjadi satu – satunya minuman Lactobacillus yang sudah didistribusikan ke berbagai dunia?

Kalo teman – teman penasaran, ayo kita simak bersama kisahnya di sini.

Pengembangan Minuman Berbakteri Pertama Kali di Dunia

Kalau teman – teman belum tahu, Yakult ini adalah minuman pertama yang mengandung bakteri Lactobacillus Casei dan dijual bebas di pasaran.

Bakteri Lactobacillus Casei
Bakteri Lactobacillus Casei

Karena bakteri identic dan sering diasosiasikan berhubungan dengan penyakit, bukan berarti minuman Yakult ini mengandung penyakit.

Faktanya justru berbanding terbalik, bakteri yang ada di dalam Yakult ini bisa membersihkan dan membuat usus kita menjadi lebih sehat.

Sebab Lactobacillus bukan seperti bakteri pada umumnya dan memang faktanya tidak semua bakteri itu bisa membawa penyakit.

Bakteri Lactobacillus Casei pertama kali dikembangkan ke dalam minuman oleh dokter Minoru Shirota.

Minoru Shirota sebagai pengembang dan peneliti lactobacilus casei
Minoru Shirota sebagai pengembang dan peneliti lactobacilus casei

Bisa dibilang, beliau adalah orang yang berjasa karena telah menciptakan terobosan untuk membantu anak – anak memiliki system pencernaan yang lebih sehat.

Bahkan kini, ada lebih dari 29 juta manusia yang di dalam ususnya terdapat bakteri Lactobacillus casei hasil temuan dari dokter Minoru Shirota.

Jadi bila teman – teman di sini suka minum Yakult, kamu wajib berterima kasih pada dokter Minoru Shirota.

Teman-teman harus tahu, bakteri baik yang dikembangkan oleh Minoru Shirota tidak selesai hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

Sejak pengembangannya pertama kali dimulai pada tahun 1930, Yakult baru bisa diproduksi secara masal pada tahun 1935.

Artinya selama 5 tahun tersebut, Dokter Minoru Shirota berusaha mengembangkan bakteri Lactobacillus casei agar bisa dikonsumsi oleh tubuh manusia layaknya minuman atau makanan.

Peneliti Minoru Shirota mengembangkan minuman yakult selama 5 tahun
Peneliti Minoru Shirota mengembangkan minuman yakult selama 5 tahun

Selain itu, Minoru Shirota juga mengembangkan cara agar bakteri L Casei yang banyak ditemui di susu ini bisa dikonsumsi secara aman bahkan untuk anak–anak yang punya alergi dengan produk olahan susu.

Sehingga terciptalah hasil kembangan dari bakteri L casei bernama bakteri Lactobacillus Casei Shirota atau yang dikenal dengan bakteri Shirota.

Kini bakteri Shirota ini juga sudah dikirim ke berbagai benua seperti Eropa dan Asia.

Meskipun sudah banyak cabang – cabang Yakult Honsha di luar Asia, namun mereka tetap mengimport bakterinya dari Jepang langsung. Hal ini demi menjaga keaslian dari produk yang dibuat.

Apakah nutella sehat, ini fakta yang bikin kamu pikir ulang
Artikel menarik lainnya: Apakah nutella sehat, ini fakta yang bikin kamu pikir ulang

Penjualan Pertama Yakult di Tahun 1935

Hasil dari 5 tahun penelitian yang dilakukan oleh dokter Shirota pertama kali dijual secara bebas di Fukuoka, Jepang.

Bukan hanya sebagai scientist dan penemu, di sini dokter Minoru Shirota juga berperan besar sebagai pendiri dari Yakult Honsha, perusahaan yang memproduksi dan mempromosikan Yakult di Jepang.

Nama Yakult sendiri di ambil dari bahasa Esperanto, “jahuruto”, yang artinya yoghurt. Karena memang Yakult ini adalah minuman probiotik yang sangat mirip dengan yoghurt.

Saat itu pendistribusian Yakult ini dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah dengan bantuan Yakult Lady, bahkan cara ini tetap dipertahankan hingga saat ini.

Yakult Lady menjajakan dari rumah ke rumah
Yakult Lady menjajakan dari rumah ke rumah

Jadi bila kamu melihat ada wanita–wanita yang membawa Yakult, jangan aneh lagi sebab memang dari dulu Yakult Lady menjadi salah satu peran terpenting dalam distribusi Yakult.

Tepatnya sejak tahun 1963, Yakult Ladies atau Yakult Aunties (ヤクルトおばさん; Yakuruto obasan) pertama kali diperkenalkan di Jepang. Tiap Yakult Ladies punya gaya yang serupa, yaitu menggunakan sarung tangan, topi, dan seragam dari Yakult Honsha.

Kini total jumlah dari Yakult Ladies ada lebih dari 40 ribu orang. Dan para Yakult Ladies ini hanya beroperasi di benua Asia seperti Jepang, China, dan Indonesia.

Selain itu, Yakult Honsha selalu mempromosikan prinsip yang disebut “idiosyncratic philosophy of ‘Shirota-ism”.

Artinya mereka selalu menjual produk yang terjangkau oleh semua kalangan masyarakat baik menengah ke bawah maupun kalangan atas.

Sebab tujuan utama dari penemuan dokter Shirota ini adalah untuk membantu masyarakat memiliki pencernaan yang lebih sehat dan bisa menikmati hidup dengan lebih panjang.

Awal Mula Produksi Yakult Di Luar Jepang

Salah satu negara pertama yang menjadi produsen resmi Yakult di luar Jepang adalah di Taiwan sekitar tahun 1964. Kemudian di susul oleh negara – negara tetangganya seperti Hongkong, China, hingga Indonesia.

Yakult yang dipasarkan di Taiwan
Yakult yang dipasarkan di Taiwan

Pada tahun 1969, Hong Kong Yakult Co LTD juga resmi berdiri dan menjadi salah satu cabang perusahaan pertama yang resmi didirikan oleh Yakult dan membawa produknya menjadi makin terkenal di Hong Kong hingga saat ini.

Sedangkan negara pertama di luar Asia yang menjual Yakult adalah di Meksiko.

Pada awal tahun 1980’an, seorang philanthropist dan pebisnis bernama Carlos Kasuga pertama kali tertarik untuk membawa Yakult ke luar Asia.

Kedua orang tua Carlos Kasuga lahir di Jepang. Namun orang tuanya harus menjadi immigrant ke Meksiko karena dampak dari perang dunia ke 2 yang berlangsung pada saat itu.

Di tahun 1980, Carlos Kasuga membuat pertemuan dengan pimpinan dari Yakult Honsha dan secara resmi mendirikan Yakult Mexico di bawah kepemimpinannya.

Bahkan kini Yakult Honsha juga memiliki hubungan bisnis resmi dengan Danone, yang mana adalah salah satu raksasa group bisnis terbesar di Eropa yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman.

Sejak April 2000, Danone membeli saham dari Yakult Honsha dan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 7%.

To All The Boys I’ve Loved Before, dimana ada salah satu scene menunjukkan aktornya meminum yakult
To All The Boys I’ve Loved Before, dimana ada salah satu scene menunjukkan aktornya meminum yakult

Kini sering terlihat cuplikan produk Yakult yang ada di film–film box office atau di drama Netflix seperti pada film “To All The Boys I’ve Loved Before” yang bisa memberi dampak meningkatnya penjualan Yakult di Eropa dan Amerika.