Tahukah kamu jika di dunia ini terdapat 196 negara dan 25 negara diantaranya dikenal sebagai negara terkaya? Negara kaya ini tentu sudah dikenal luas karena memang memiliki pengaruh secara global. Kekayaan negara tersebut memberikan pendapatan per kapita cukup tinggi. Namun sayangnya jumlah negara terkaya ini tentu terbilang sedikit. Lantas bagaimana dengan kemakmuran negara sisanya? Sisanya adalah negara yang kondisinya masih dikatakan berkembang. Naasnya 20 negara diantaranya masih dikategorikan sebagai negara termiskin. Tentunya kamu dan siapa saja akan bertanya-tanya mengapa ada negara kaya dan miskin? apa yang membuat perbedaan besar itu? teruslah membaca.

Penyebab Adanya Negara Kaya dan Miskin

Setiap negara memiliki potensi untuk menjadi negara yang kaya. Sumber kekayaan ini berasal dari banyak aspek.

Hanya saja sampai detik ini masih banyak negara yang jauh dari kata kaya. Artinya penduduk di negara tersebut memiliki tingkat kemakmuran rendah. Lantas, apa saja penyebab suatu negara bisa kaya ataupun miskin?

Baca juga: Persiapkan masa tua! ketahui jenis investasi baru, model investasi jaman now

Terdapat sejumlah hal atau faktor yang menyebabkan suatu negara bisa menjadi negara kaya ataupun sebaliknya. Penyebab tersebut diantaranya:

1. Institusi Atau Lembaga Pemerintahan

Institusi Atau Lembaga Pemerintahan
Institusi Atau Lembaga Pemerintahan

Negara dapat kaya dan maju bukan lagi sebagai negara berkembang manakala didukung oleh institusi yang baik. Kebanyakan negara kaya atau negara maju memiliki institusi negara yang berdedikasi dan kuat secara komitmen.

Begitupun sebaliknya dengan negara yang miskin. Kemiskinan ini identik dengan korupsi yang dilakukan oleh aparat penyelenggara negara.

Negara yang di dalamnya kental dengan praktek korupsi tidak akan memiliki dana yang cukup untuk menunjang pembangunan.

Pajak yang menjadi sumber pemasukan negara yang bisa dialokasikan untuk mendukung pembangunan, Mengalami kebocoran di banyak titik akibat korupsi yang dilakukan banyak pihak, dari tingkat terendah sampai tertinggi.

Kebocoran ini membuat pemasukan negara terbatas sehingga tidak ada dana yang mendukung untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya.

Mayoritas negara termiskin di dunia memiliki penduduk kaya yang hartanya tersimpan di rekening luar negeri.

perbedaan negara kaya dan miskin - Korupsi
Korupsi

Praktek korupsi ini menggerus dana yang bisa digunakan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, transportasi, aparat keamanan dan paling penting kemakmuran rakyat.

Tindak korupsi ini ternyata tidak hanya sebatas pada praktek korupsi yang dilakukan pemegang jabatan di pemerintahan.

Akan tetapi juga ada korupsi dalam artian lebih halus, yakni nepotisme. Nepotisme adalah mementingkan golongan sendiri untuk keuntungan golongan itu sendiri.

Negara maju umumnya dalam seleksi penerimaan karyawan akan menyaring secara detail untuk mendapatkan kandidat terbaik.

Bandingkan dengan negara miskin yang akan merekrut orang-orang terdekat. Khususnya keluarga, baik kakak, paman, bibi, sahabat dekat, dan sebagainya. Golongan ini akan diutamakan untuk diterima sehingga tidak sepadan dengan kualitas mereka.

Budaya korupsi halus ini akan membuat bakat orang-orang yang sebenarnya bagus menjadi tenggelam.

Seseorang yang miskin akan melahirkan generasi miskin sampai ke beberapa generasi berikutnya.

Kontribusi kerabat yang kualitasnya tidak maksimal ketika dikalkulasikan akan menurunkan tingkat kesejahteraan negara.

Pasti Pernah Bertanya-tanya, Kenapa Singapura Kaya? Ini Penyebabnya

2. Budaya

Perbedaan negara kaya dan miskin - Budaya
Budaya

Faktor kedua yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan sebuah negara adalah budaya. Cakupan budaya yang dimaksudkan disini cukup luas.

Mulai dari pikiran, pandangan, dan juga keyakinan masyarakat negara tersebut. Kesimpulan ini kemudian mengarah pada aspek agama, yang dianut oleh mayoritas penduduk suatu negara.

Fakta paling mengejutkan adalah ketika suatu negara memiliki penduduk yang mana agama menjadi prioritas utama. Maka akan lebih rentan mengalami kemiskinan jika dibandingkan dengan negara yang penduduknya cenderung mengkesampingkan agama. Fakta ini dapat dilihat dari data 19 negara terkaya di dunia.

Negara terkaya memang terbukti memiliki mayoritas penduduk berpandangan bahwa agama adalah hal yang kurang penting.

Lantas apa relasinya antara keyakinan yang kuat terhadap Tuhan dengan kemiskinan suatu negara? Mayoritas orang yang memiliki keyakinan agama yang kuat atau religius, percaya bahwa apa yang di dunia sekarang adalah sementara.

Keutamaan ada pada dunia setelahnya atau akhirat, dengan harapan bisa mendapatkan kehidupan lebih baik.

Inilah salah satu penyebab banyak orang enggan bekerja keras mengubah nasib. Sebab merasa nasib sudah ditentukan, dan tidak menjadi penting karena yang terpenting adalah nasib setelah kehidupan atau akhirat.

Berbanding terbalik dengan negara-negara maju yang mayoritas penduduknya tidak terlalu percaya agama.

Individu di negara maju berpikir bahwa hanya usaha keraslah yang dapat mengubah nasib. Negara Amerika memiliki kemajuan yang banyak diketahui dunia namun mayoritas masyarakatnya juga religius. Mengapa bisa tetap menjadi negara kaya?

Rupanya, sebagian besar penduduk di Amerika memiliki keyakinan bahwa nasib bisa diubah dengan usaha dan bakat.

Mereka sama sekali tidak memiliki keinginan membangun Jerusalem di akhirat. Melainkan disini, di tanah Amerika. Entah di Kansas ataupun Houston, dimanapun itu. Jadi nasionalisme individu terhadap negaranya membuat Amerika maju.

Ini juga menarik dibaca: 10 Hal yang Hanya Ada di Indonesia, Negara Lain Tidak

3. Letak Geografis

Letak Geografis
Letak Geografis

Faktor besar lain yang menjadi penentu suatu negara bisa menjadi kaya atau miskin adalah letak geografis.

Mayoritas negara termiskin di dunia berada di wilayah dengan iklim tropis. Iklim tropis memberikan hasil pertanian yang buruk.

Sebab iklim ini memberi efek buruk pada proses fotosintetis tanaman pangan.

Pada beberapa negara termiskin seperti di benua Afrika, kemiskinan diperparah dengan adanya wabah penyakit.

Wabah ini menyerang tanaman pangan, hewan ternak yang menjadi aset mengolah lahan, dan juga penduduknya sendiri.

Sebagian besar negara tropis bergumul dengan setidaknya 5 wabah penyakit secara bersamaan setiap tahunnya.

Hasil pertanian yang rendah menurunkan pendapatan masyarakat, dan berpengaruh secara luas kepada kesejahteraan negara tersebut.

Berbeda dengan negara maju yang rata-rata memiliki iklim empat musim. Keajaiban suhu di angka 16 derajat menciptakan kondisi ideal untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian.

Meski ketika datang musim dingin dan musim panas perubahan suhu menjadi ekstrim. Namun hasil pertanian ketika di suhu menguntungkan mampu menutup kekurangan di dua musim tersebut.

Selain dipengaruhi oleh masalah iklim, kesejahteraan negara juga dipengaruhi oleh posisi negara tersebut.

Negara yang terkurung oleh daratan luas cenderung mudah menjadi negara miskin. Dibandingkan dengan negara yang dekat dengan laut atau perairan. Terdapat dua negara termiskin di benua Amerika, yakni Bolivia dan Paraguay, dan keduanya terkurung daratan dari sisi manapun.

Penyebabnya adalah negara ini diapit atau terkurung daratan yang terlalu luas dan jauh dari perairan. Lalu bagaimana dengan Afrika? Afrika memiliki sungai nil yang panjang dan menjadi sumber kehidupan.

Negara-negara Afrika yang dilalui sungai Nil
Negara-negara Afrika yang dilalui sungai Nil

Namun sungai ini tidak dekat dengan 15 negara di dalamnya, sehingga 15 negara tersebut masuk kategori negara termiskin di dunia.

Kondisi geografis lain yang menyebabkan kesejahteraan negara masih terbilang jauh adalah dari sumber kekayaan alamnya.

Kondisi Geografis
Kondisi Geografis

Yakni dari jenis hasil tambang, baik minyak bumi maupun nikel dan lainnya. Sebagian besar negara miskin memiliki sumber mineral yang tinggi. Salah satu contohnya dalah negara Kongo yang menjadi gudang nikel.

Nikel menjadi bahan yang digunakan untuk pembuatan ponsel di seluruh dunia. Sayangnya kekayaan alam ini perlu diolah dengan peralatan canggih dan modal besar.

Sebagian besar kekayaan ini kemudian diambil oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Mereka enggan menjalin kerjasama menguntungkan dan seimbang kedua belah pihak. Sehingga terkuras begitu saja.

Ketiga faktor ini memang menjadi penyebab utama kemiskinan jangka panjang sebuah negara.

Melakukan perubahan tentu tidak bisa dilakukan dengan tenaga dan otak satu orang saja, melainkan seluruh penduduknya. Perlu pula menjadi negara yang terbuka untuk menerima bantuan negara lain dengan menjalin kerjasama yang perjanjian yang di dalamnya menguntungkan kedua belah pihak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here