Segala hal jika ingin berjalan maksimal harus direncanakan dengan sebaik mungkin, tak terkecuali terkait keuangan.

Kenapa?

Karena faktanya, banyak orang yang tidak bisa mengatur keuangannya dengan baik dan terencana.

Punya banyak uang pun tak menjamin seseorang bisa dewasa mengelola keuangannya.

Masalah kebanyakan orang, mereka bingung menggunakan uangnya untuk apa dan berujung di penggunaan yang tidak tepat.

Misalnya saja… Jika kamu mempunyai penghasilan Rp 20.000.000 per bulan Mau digunakan untuk apa saja uang tersebut? Berapa persen untuk makan?

Berapa persen untuk belanja?

Berapa persen untuk transport?

Berapa persen untuk ditabung?

Supaya kamu bisa membaginya dengan benar, maka diperlukan perencanaan keuangan yang baik.

Mengatur keuangan itu tidak hanya berpikir jangka pendek saja, tetapi juga jangka panjang.

Sebab, kebutuhanmu tidak hanya hari ini, tetapi beberapa tahun ke depan.

Apa Itu Perencanaan Keuangan?

pengertian perencanaan keuangan

Perencanaan keuangan dapat diartikan sebagai sebuah seni atau prinsip dalam merencanakan keuangan dengan matang dan sebaik mungkin sehingga kamu bisa mencapai goal dari uang yang sudah dikelola dan disimpan.

Jadi, harapannya dengan pengelolaan uang yang baik membuat kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

Misal goalnya, untuk makan enak bersama keluarga, liburan bersama pasangan, membeli mobil, membeli rumah, menikah ataupun yang lainnya.

Semua itu relatif membutuhkan proses untuk ditabung terlebih dahulu, terkecuali penghasilan kita sebulan langsung cukup untuk dibuat beli rumah.

Mengelola keuangan ini ada ilmunya bahkan sampai ada gelar dan profesinya yang sering disebut financial planner.

Sebegitu pentingnya mengatur keuangan untuk masa depan. Untuk ngeh lebih dalem tentang perencanaan keuangan yuk kita simak juga pendapat para expert keuangan.

Pengertian Perencanaan Keuangan Menurut Para Ahli

Berbagai pakar mendefinisikan perencanaan keuangan menurut versinya masing-masing.

Nah, berikut ini pengertian perencanaan keuangan menurut berbagai ahli yang harus kamu ketahui.

Prita Hazari Ghozie

Arti perencanaan Keuangan menurut Prita Hazari Ghozie dalam bukunya yang berjudul Rencana Keuangan Untuk Mewujudkan Mimpi hal 62 “Perencanaan keuangan adalah sebuah proses di mana seseorang atau individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansialnya melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana keuangan yang komprehensif dan perencanaan keuangan yang baik akan menghasilkan sebuah rencana keuangan yang jelas dan memudahkan rencana keuangan. Ibaratkan sebuah blue print yang dapat menunjukkan kemana arah kondisi keuangan individu berjalan.

Indrasto Budisantoso dan Gunanto

Dalam bukunya yang berjudul Cara Gampang Mengelola Keuangan Pribadian Keluarga halaman 11, dijelaskan bahwa perencanaan keuangan adalah proses mencapai tujuan seseorang melalui manajemen keuangan secara terencana.

Financial Planning Standards Board Indonesia

Definisi rencana keuangan menurut Financial Planning Standards Board Indonesia adalah proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara terintegrasi dan terencana.

Adapun tujuan hidup yang dimaksud diantaranya yaitu menyiapkan dana pendidikan, menyiapkan dana hari tua, menyiapkan dana untuk warisan, dan lain sebagainya.

Malinda

Menurut Malinda (2007), perencanaan keuangan pribadi adalah suatu proses pencapaian tujuan pribadi melalui manajemen keuangan yang terstruktur dan tepat. Banyak individu belum memiliki perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuangannya, mereka pada umumnya berharap masa depan selalu lebih baik tanpa adanya perencanaan.

Mengutip pendapat expert keuangan Malinda, banyak yang berharap masa depan lebih baik tanpa adanya perencanaan.

Bisa sich, misal dapet undian berhadiah, dapat warisan dll, tapi kemungkinannya 100 banding 1 atau bahkan 1000 banding 1.

Untuk lebih memastikan tercapai kita butuh merencanakannya secara seksama. Selanjutnya kita bahas poin-poin manfaatnya,

Manfaat Merencanakan Keuangan

Memiliki uang sebanyak apapun jumlahnya memang harus diatur dengan sebaik mungkin.

Bukan tanpa alasan, karena sangat penting merencanakan keuangan dengan berbagai alasan sebagai berikut :

Supaya Bisa Mengatur Anggaran dengan Sebaik Mungkin

Banyak orang yang sudah dewasa secara umur tapi tidak cukup dewasa mendisplinkan diri meng-anggar-kan pendapatannya.

Pernah dengar istilah “gaji numpang lewat?”, Beberapa orang mengalaminya.

Baru aja nerima gaji terus gajinya langsung habis. Beberapa orang tidak memiliki pos-pos anggaran keuangan, semua langsung masuk ke pengeluaran.

Padahal untuk sehat secara keuangan di masa kini dan masa datang ada beberapa pos keuangan yang harus disiplin dialokasikan tiap bulannya.

Beberapa pos tersebut diantaranya:

  1. Pos sosial,
  2. Pos cicilan hutang,
  3. Pos dana darurat,
  4. Pos tabungan pernikahan,
  5. Post tabungan rumah,
  6. Pos asuransi,
  7. Pos investasi,
  8. dan lain sebagainya.

Segera kita akan bahas detail satu per-satu.

Dengan sengaja menganggarkan pendapatan sesuai dengan pos-posnya satu persatu maka kita akan lebih siap untuk setiap kemungkinan dan rencana di masa depan.

Supaya Bisa Mencapai Berbagai Tujuan Keuangan

Sesuai apa yang sudah dijelaskan di atas, perencanaan keuangan dilakukan supaya kita bisa mendapatkan tujuan keuangan yang kita inginkan.

Tujuan keuangan ini bisa berbeda-beda setiap orang tergantung kondisi dan kebutuhan mereka.

Tujuan keuangan seorang Pegawai Negeri Sipil belum tentu sama dengan pengusaha, pekerja lepas, ataupun karyawan perusahaan.

Selain itu, faktor keluarga seperti jumlah anak dan status pernikahan juga sangat mempengaruhi tujuan keuangan seseorang.

Beberapa contoh tujuan keuangan seseorang pada umumnya yaitu

  • Membeli atau membangun rumah,
  • Membeli tanah, membeli kendaraan (sepeda motor atau mobil),
  • Membuka usaha baru,
  • Membayar biaya pendidikan,
  • Membayar biaya pernikahan,
  • dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dan supaya kamu bisa mewujudkan roadmap keuangan tersebut, maka harus bisa melakukan perencanaan keuangan dengan sebaik mungkin.

Untuk Menutupi Hal-hal Diluar Kendali bahkan darurat

Kebanyakan orang sudah mematok berapa pengeluaran yang harus mereka keluarkan setiap minggunya atau setiap bulannya.

Padahal, ada pengeluaran yang bersifat tidak pasti alias mendadak alias dana darurat

Disinilah perencanaan keuangan memegang peranan penting supaya kamu bisa siap dengan dana darurat.

Salah satu contoh dana darurat yang sering kita keluarkan dalam kehidupan sehari-hari adalah uang dalam kondisi darurat seperti orang tua sedang sakit, rumah bocor dan lain-lain.

Contoh yang ringan misal datangnya undangan pernikahan secara mendadak,

Apalagi jika yang menikah atau meninggal masih keluarga atau tetangga, tidak enak rasanya jika tidak memberikan uang meskipun hanya 50 ribu saja.

Dengan perencanaan keuangan, tidak ada lagi ceritanya kamu kebingungan meminjam uang orang lain ketika hendak kondangan atau melayat.

Seperti yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dana darurat sebaiknya tidak hanya disiapkan untuk beberapa hari atau seminggu saja, tetapi juga untuk satu bulan, enam bulan, atau satu tahun.

Oh ya, dana darurat ini sebaiknya tidak digabungkan dengan uang tabungan atau investasi.

Mengotrol Pinjaman dengan Sebaik Mungkin

Sebenarnya alangkah lebih baik jika kamu tidak hutang atau tidak pinjam kepada orang lain, namun kalau sangat terpaksa baru boleh.

Meski begitu, bukan hal yang bagus hutang terus menerus.

Jumlah uang yang kamu miliki, selama bisa diatur dengan baik bisa mengotrol pinjaman sehingga tidak membuat Anda kesulitan membayar.

Nah setelah tahu bagaimana pentingnya

Tahapan Perencanaan Keuangan

Dan bagaimana cara merencanakan keuangan itu? Melalui artikel ini, Koheren akan menjelaskannya kepada kamu.

Langsung berikut ini tahapan-tahapan merencanakan keuangan yang bisa kamu lakukan :

Menentukan Tujuan

Tahap pertama, tentukan tujuan terlebih dahulu.

Tanpa ada tujuan, percayalah kamu akan kebingungan mengelola uang tersebut.

Bukan hanya tujuan jangka pendek saja, tentukan juga tujuan jangka panjang atas uang yang kamu miliki pada saat ini.

Kamu harus tau mau dipakai untuk apa uang kamu beberapa tahun kedepan.

Namun tujuan yang ditetapkan alangkah lebih baik masuk akal. Harus realistis sesuai dengan kondisi keuangan.

Sebagai contoh, penghasilan kamu masih dibawah UMR namun memaksakan diri untuk membeli mobil atau benda-benda mahal lainnya.

Itu benar-benar tidak realistis.

Siapa Kamu dan Bagaimana Kondisi Keuangan Kamu?

 

Siapakah kamu? Apakah seorang mahasiswa atau seorang pekerja yang sudah mempunyai pekerjaan tetap?

Karena masing-masing orang tidak sama tujuan hidupnya sehingga cara merencanakan keuangannya pun juga berbeda.

Jika kamu masih mahasiswa atau belum menikah, tidak bisa disamakan dengan orang yang sudah menikah dan bekerja dalam mengatur keuangan.

Karena kebutuhan setiap orang itu tidak sama.

Contoh yang paling mudah seperti ini..

Seseorang yang belum menikah berarti belum memiliki anak.

Dan kebutuhan hidupnya pun pasti lebih sedikit jika dibandingkan dengan orang yang sudah berkeluarga.

Selain itu, ketahui juga bagaimana kondisi keuangan kamu saat ini.

Apakah dalam kondisi bagus?

Atau justru dalam keadaan yang tidak baik?

Kamu harus tau, mengelola uang banyak dengan mengelola uang sedikit itu tidak sama.

Punya banyak uang bukan berarti mudah mengelolanya dan punya sedikit uang tak berarti sulit pengelolaannya.

Semua bergantung bagaimana kamu mengatur keuangan tersebut sehingga bisa dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkan.

Kalkulasikan Kebutuhan Dana

Dan tahap ketiga dari perencanaan keuangan adalah mengkalkulasikan kebutuhan kamu. Maksudnya adalah kamu harus bisa menghitung berapa kebutuhan hidup setiap bulannya.

Kebutuhan yang dimaksud adalah

  • Uang makan,
  • Uang transport,
  • Uang pendidikan (jika masih sekolah atau kuliah),
  • Uang kontrakan (jika rumah masih ngontrak),
  • dan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya.

Pisahkan kebutuhan primer dengan kebutuhan sekunder.

Contoh kebutuhan primer misalnya beli makan dan minum, bayar kontrakan, bayar listrik, bayar kuliah, bayar sekolah, bayar tagihan air, dan lain sebagainya.

Sementara itu, contoh kebutuhan sekunder antara lain yaitu membeli buku, membeli lemari, membeli kendaraan pribadi, membeli meja dan kursi, dan sebagainya.

Pastikan kamu memprioritaskan dana ke kebutuhan primer baru ke kebutuhan sekunder.

Percuma saja bisa beli sepeda motor, tapi makan untuk sehari-hari masih susah.

Catat dengan Baik Pengeluaran dan Pemasukan

Tahapan perencanaan keuangan selanjutnya adalah dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan kamu setiap bulannya.

Pengeluaran seperti biaya makan dalam satu bulan seperti

  • Biaya sewa rumah (jika rumah masih sewa),
  • Biaya listrik,
  • Biaya tagihan air,
  • Biaya transport,
  • Biaya pulsa/paket internet dan lainnya.

Pemasukan yang dicatat seperti gaji per bulan dan pemasukan lain dari bisnis jika kamu memiliki usaha.

Dengan adanya catatan pemasukan dan pengeluaran, membuatmu lebih mudah dalam mengatur keuangan.

Selain itu, dengan adanya catatan ini membuat kamu bisa mengetahui apakah sebenarnya pemasukan lebih banyak daripada pengeluaran atau justru sebaliknya.

Buat Lebih Dari Satu Rekening

Kalau kamu ingin mengatur uang supaya tidak membingungkan, jangan hanya pakai satu rekening saja tetapi dua rekening.

Rekening pertama digunakan untuk tabungan.

Dan rekening yang satunya dipakai sebagai rekening pengeluaran yang setiap harinya pasti ditarik tunai.

Belanjakan Uang untuk Kebutuhan Penting

Setiap bulannya, pasti kamu harus mengeluarkan uang untuk belanjakan.

Pastikan uang tersebut hanya dipakai untuk membeli kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan bukan hanya demi gengsi semata.

Supaya lebih mudah, kamu bisa membuat daftar belanjaan terlebih dahulu.

Urutkan dari belanja yang paling penting hingga yang kurang penting.

Kalau kamu merasa uang kamu sangat terbatas digunakan untuk belanja, bisa mengincar promo atau diskon.

Selain itu, jangan malu untuk menawar supaya kamu mendapatkan harga spesial dari penjualnya.

Rencanakan Dana Darurat

Jangan catat dana darurat pada pengeluaran bulanan. Sebab dana darurat ini sifatnya yang tidak terduga, dalam sebulan bisa jadi kamu mengeluarkan dana darurat lebih dari tiga kali dan tak menutup kemungkinan juga tidak mengeluarkannya sama sekali.

Beberapa kebutuhan yang menggunakan dana darurat yang harus kamu persiapkan antara lain yaitu

  • Biaya hidup selama kamu belum mendapatkan pekerjaan setelah PHK.
  • Biaya untuk berobat.
  • dan lain sebagainya.

Pisahkan dana utama dengan dana darurat, sehingga kamu tidak akan mengambil dana utama untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya darurat.

Cara menyiapkan dana darurat bisa mengambil dari pendapatan per bulan yang kita terima. Sisihkan sekitar 10%-20% dari pendapatan untuk dana darurat.

Menabung dan Berinvestasi

Pada era digital seperti saat ini, menabung dan berinvestasi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Kamu bakalan punya dana cadangan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi tujuan keuangan dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk menabung, tidak perlu memaksakan untuk menyisakan dalam jumlah besar supaya cepat terkumpul.

Tidak masalah sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Sisihkan sekitar 5% dari pendapatan bulanan sudah cukup dipakai untuk menabung.

Sementara itu, berinvestasi juga tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Berinvestasinya hanya lewat aplikasi-aplikasi yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Mencari Penghasilan Tambahan

Hal yang tak kalah penting dalam perencanaan keuangan adalah dengan mencari penghasilan tambahan.

Ya sekalipun kamu sudah memiliki pendapatan tetap yang cukup banyak setiap bulannya, tidak ada salahnya kan mencari pundi-pundi uang?

Dengan mencari penghasilan tambahan, berarti pendapatan kita akan meningkat.

Dan semakin banyak uang yang kita miliki, maka kita sedikit lebih mudah dalam mengatur keuangan.

Misal, bisa lebih banyak menyisihkan uang untuk menabung, berinvestasi, atau menyimpan dana darurat.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Contohnya yaitu

  • Berwirausaha,
  • Menjadi freelancer, atau
  • Bekerja tambahan secara shift.

Hindari Utang

Utang merupakan sesuatu yang dianggap sepele namun dampaknya begitu luar biasa jika tidak dilunasi.

Kamu akan terus ditagih, kalau tidak bisa membayar bakalan merasa stress.

Terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini, sebisa mungkin hindari utang karena kondisi perekonomian masih tidak stabil.

Meskipun tidak sedang pandemi sekalipun, utang memang sebaiknya harus dihindari.

Disarankan untuk tidak menggunakan kartu kredit untuk berbelanja. Bunga yang tinggi bisa saja membuatmu merasa tercekik.

Kalau memang tidak punya cukup banyak uang untuk membeli barang yang diinginkan, sebaiknya tunda terlebih dahulu.

Tabung terlebih dahulu uangnya dan kalau sudah terkumpul baru boleh kamu gunakan membeli barang tersebut.

Evaluasi

Dan langkah terakhir dalam perencanaan keuangan adalah melakukan evaluasi.

Apabila kamu sudah melakukan hal-hal di atas, bisa mengevaluasi secara langsung apakah ada kesalahan, kekurangan, atau hal-hal lainnya yang perlu diperbaiki.

Misalnya, kamu menyisihkan dana 15% untuk dana darurat namun ternyata hal itu membuat kamu sedikit kesulitan mengeluarkan uang untuk kebutuhan primer.

Kamu bisa menyiasatinya dengan cara menurunkan dana darurat dari semula 15% menjadi 10% atau kurang.

Evaluasi keuangan setiap orang mungkin saja tidak sama. Sebab, pengalaman hidup seseorang berbeda dan juga kebutuhan orang berbeda.

Dengan evaluasi, membuatmu bisa mencari formula terbaik dalam financial planning.

Mengenal Strategi Perencanaan Keuangan dengan Piramida Keuangan

Selain cara di atas, ada satu lagi metode yang cukup populer dan banyak digunakan untuk merencanakan keuangan dengan sangat baik.

Strategi tersebut dikenal dengan sebutan Piramida Keuangan.

Dilansir dari Finansialku, Piramida Keuangan terdiri atas tiga bagian utama yaitu Keamanan Keuangan, Kenyamanan Keuangan, dan Distribusi Kekayaan.

Mari kita bahas satu per satu

Keamanan Keuangan

Oke, kita mulai dari keamanan keuangan ya.

Maksud dari bagian ini adalah kamu harus memastikan selalu memiliki uang untuk kebutuhan-kebutuhan yang penting seperti membeli makan, bayar utang, dana darurat, dan asuransi.

Pokoknya jangan sampai uang untuk hal-hal tersebut tidak tersedia sepeser pun di rumah.

Justru, kamu harus menyisihkan uang dalam jumlah besar supaya kondisinya tetap sehat.

Pastikan dalam satu tahun ke depan, kamu bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Supaya bisa mencapai keamanan keuangan atau keamanan finansial, kamu bisa melakukan beberapa hal yaitu :

  • Membuat catatan pemasukan dan pengeluaran harian (usahakan memisahkan pengeluaran pribadi dan pengeluaran usaha jika kamu seorang wirusahawan).
  • Menyiapkan dana darurat, karena kamu bisa membutuhkannya kapan saja dan mungkin saja tak diduga-duga.
  • Sebisa mungkin memiliki uang asuransi supaya kamu mendapatkan perlindungan di masa mendatang. Tapi jangan asal memilih asuransi, pilihlah yang sudah terdaftar Otoritas Jasa Keuangan.

Kenyamanan Keuangan

Setelah uangmu aman dan sehat untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya sangat penting, maka sekanjutnya kamu harus mencapai kenyamanan keuangan atau kenyamanan finansial.

Maksudnya, uang kamu harus bisa mencukupi selama 1-5 tahun ke depan.

Orang yang sudah mencapai kenyamanan finansial adalah orang-orang yang nggak mikir-mikir lagi ngeluarin uang untuk liburan, beli rumah, menyiapkan dana pendidikan untuk anak, dan lainnya.

Orang-orang yang sampai pada tahap ini, umumnya hidupnya cukup bahagia. Kamu ingin seperti itu juga? Bisa banget, Beberapa hal yang musti kamu lakukan yaitu :

  • Mulai dari membuat rencana keuangan, terutama untuk jangka menengah dan kalau bisa untuk jangka panjang juga.
  • Setelah itu, mulailah hitung-hitung kebutuhan kamu supaya bisa mencapai kebutuhan itu.
  • Jangan lupa siapkan juga dana pensiun, meskipun kamu sudah tidak bekerja lagi tetap bisa memiliki uang.
  • Mulailah berinvestasi. Meski keuntungannya tidak langsung dirasakan, tapi di masa depan kamu akan merasakan dampak positifnya. Sama seperti asuransi, jangan pilih platform investasi sembarangan pastikan kamu memilih yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Bagi kamu yang saat ini sudah berkeluarga, jangan lupa persiapkan waris untuk anak cucu karena tidak ada satu pun yang tau sampai kapan umur seseorang. Jangan sampai ada pertumpahan darah terjadi di keluarga setelah kamu pergi dari dunia ini.

Distribusi Kekayaan

Ini adalah bagian paling tinggi dari piramida keuangan dan letaknya memang berada di bagian atas sendiri.

Distribusi kekayaan bisa dikatakan sebagai level tertinggi dari perencanaan keuangan.

Sebenarnya kamu sudah tidak perlu lagi uang karena usia yang sudah semakin menua dan semua kebahagiaan atau tujuan finansial sudah didapatkan pada piramida bagian kedua.

Alhasil, kamu perlu mendistribusikan atau membagi-bagikan kekayaan tersebut. Mulai saat inilah muncullah istilah harta waris.

Pembagian warisan tidak bisa dilakukan secara sembarangan, justru perlu perencanaan yang sangat matang.

Kamu harus memastikan memindahkan kekayaan benar-benar kepada orang yang tepat.

Selain itu, jumlahnya juga harus tepat, waktunya tepat, dan diberikan dengan cara yang tepat.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai perencanaan keuangan dan tahapan-tahapan melakukannya.

Rencanakan dari sekarang agar bahagia di masa yang akan datang.

Kamu tidak harus berpatokan 100% dengan cara diatas, kalau kamu memang punya cara yang terbukti efektif ya lakukan saja dan bisa dikombinasikan dengan cara tersebut.