Pada artikel ini kita akan membahas kisah hidup salah satu investor terbaik di dunia,yaitu Warren Buffett.

Seorang pria yang dijuluki sebagai Oracle of Omaha dan setiap harinya tidak pernah menghabiskan lebih dari US$ 3,17 untuk makan siang.

Keunikan lainnya, Buffett tidak pernah sekalipun kehabisan uang berbeda dengan penulis yang setiap harinya selalu butuh uang.

Tak hany itu, Buffett juga bukan pengguna smartphone seperti halnya miliader lainnya.

Seperti apa kisah selengkapnya? Mari baca artikel ini sampai selesai.

Masa Kecil Warren Buffet

Masa kecil Warren Buffett

Warren Buffett atau Warren Edward Buffett lahir di Omaha, Amerika Serikat pada tanggal 30 Agustus 1930.

Ia merupakan anak dari pasangan suami istri Laila dan Howard Buffett yang merupakan anak tunggal.

Ayah Buffett merupakan seorang anggota kongres dan juga seorang broker saham.

Semasa sekolah, Buffett sangat menggemari hal-hal yang berbau matematika dan olahraga, ia mampu menghitung angka-angka besar dengan sangat mudah.

Pada tahun 1947, Ia lulus dari SMA Woodrow Wilson High School. Dan pada buku tahunan terdapat keterangan penyuka matematika calon pialang saham.

Wafren Buffett kecil bikin orang tua lain merasa iri, bukan karena nilai akademisnya melainkan karena pencapaian-pencapaian yang berhasil didapatkannya semasa sekolah.

Meski merupakan anak anggota DPR, tidak membuat Buffett menjadi sombong. Justru ia snagat ramah kepada semua orang.

Buffet juga merupakan sosok pekerja keras. Ia tidak malu untuk berjualan permen karet, coca cola, dan majalah mingguan dari rumah ke rumah.

Tidak hanya itu, ia juga sering membantu di toko kelontong milik kakeknya serta menjual koran, menjual bola golf, menyemir mobilm, dan melakukan banyak pekerjaan lainnya semasa sekolah.

Bahkan saat usianya masih 14 tahun, ia sudah membayar pajak penghasilan sebesar US$ 35.

Baca juga : Kisah Larry Ellison, Pendiri Oracle Corporation.

Warren Buffett Sangat Menyukai Bisnis Sejak Kecil

Warren Buffett sangat menyukai bisnis sejak usia muda saat ia duduk dibangku kelas dua SMA.

Buffett bersaman temannya membeli sebuah mesin pinball bekas seharga US$ 25. Kemudian mesin tersebut ditaruh di sebuah barbershop.

Sambil menunggu giliran potong rambut, pelanggan bisa bermain pinball terlebih dahulu. Tentu orang yang ingin cukur rambut wajib membayar jika mau bermain pinball.

Dalam beberapa bulan ke depan, bisnisnya semakin berkembang pesat. Mereka memiliki beberapa mesin pinball yang tersebar di tiga barbershop di Omaha.

Kemudian mereka menjual bisnis ini kepada seorang veteran perang seharga US$1200.

Saat masih sekolah jua, Buffett sudah mulai berinvestasi di pasar saham. Ia mulai berinvestasi pada usia 11 tahun dengan membeli tiga lembar saham Cities Service Company.

Bukan hanya itu saja, Buffett juga banyak berinvestasi di perusahaan ayahnya.

Ia memiliki tabungan mencapai US$1200 lalu membeli 16 hektar lahan pertanian untuk disewakan.

Pada usia 15 tahun, Buffett sudah memiliki penghasilan tetap sebesar US$175. Tapi itu tahun 1945.

Kalau di tahun 2020, sudah setara dengan US$2554 atau jika dirupiahkan sekitar Rp 35,76 juta rupiah.

Kehidupan Warren Buffet Setelah Lulus SMA

Setelah lulus SMA, sebenarnya Buffett sangat ingin meneruskan bisnisnya. Akan tetapi, Sang Ayah memaksa ia untuk mengejar pendidikan yang tinggi.

Karena keinginan ayahnya itulah, Warren Buffett mendaftar di Wharton School of the University of Pennsylvania dan kuliah di kampus tersebut.

Di sana ia berkuliah selama 2 tahun lalu ditransfer ke University of Nebraska pada usia 19 tahun. Ia lulus dan mendapatkan gelar sarjana sains pada administrasi bisnis.

Setelah itu, Buffett mendaftar ke Harvard Business School namun ditolak. Akhirnya ia melanjutkan studinya di Columbia University dan memilih belajar di sana karena mengetahui ada Benjamin Graham yang mengajar di sana.

Benjamin Graham merupakan seorang ahli ekonomi, profesor, dan juga investor terkemuka. Buffet mendapatkan gelar Master of Science in Economics pada tahun 1951.

Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di New York Institute of Finance.

Warren Buffett sangat tertarik pada dunia investasi dan sebagian besar dipengaruhi oleh buku The Intellegent Investor karya Benjamin Graham. Ia memang sangat mengidolakan seorang Benjamin Graham.

Kehidupan Warren Buffet Setelah Lulus Kuliah

Pada tahun 1951 ia bekerja di rumah pialang Ayahnya Buffet Fox and Cold sebagai sales. Akan tetapi setelah mengetahui bahwa Graham adalah salah satu direksi Diego Insurance, Buffet berniat bekerja di sana.

Ke sana dibela-belain naik kereta ke Washington DC dab erkukung ke kantor pusat Geiko untuk menjumpai Graham karena sagat ingin bekerja. Graham rela untuk tidak dibayar.

Akan tetapi Graham menolak karena Graham hanya menyediakan lowongan untuk Yahudi, sedang Buffett bukan seorang Yahudi.

Buffett kembali ke Omaha dan kembali bekerja di perusahaan ayahnya. Sembari bekerja, ia mengambil kursus public speaking.

Sebenarnya Buffett adalah orang yang tidak berani untuk berbicara di depan umum. Maka dari itu, ia mengambil kursus tersebut supaya berani berbicara di depan umum.

Dan pada akhirnya Buffett menjadi pengajar di kelas malam University of Nebraska. Tiada lagi ketakutan pada dirinya, meskipun rata-rata mahasiswa di sana lebih tua dari dirinya.

Pada tahun 1952, Warren Buffett menikah dengan Susan Thompson dan setahun kemudian dikaruniai seorang anak bernama Susan Elis.

Warren Buffett yang pernah ditolak kerja oleh Graham menolak menyerah dan terus membujuk Graham untuk membujuk dirinya. Sampai pada akhirnya, Warren Buffett bisa bekerja di Graham-Newman Corp sebagai analis sekuritas pada tahun 1954.

Ia mendapatkan gaji US$1200 per tahun.

Dan di tahun yang sama, anak keduanya lahir dan diberi nama Howard Graham. Nama tersebut diambil dari habungan nama ayahnya Howard dan idolanya Benjamin Graham.

Buffet bekerja di tempat Benjamin Graham sampai tahun 1956 dan kebetulan saat itu juga Graham sudah memasuki masa pensiun.

Warren Buffet Mendirikan Buffett Partnership

Buffett memulai bisnisnya sendiri dan mendirikan Buffett Partnership Ltd. Ia menerapkan ilmu yang didapatkan dari Benjamin Graham dan sukses membesarkan bisnis-bisnisnya dengan membeli saham-saham perusahaan lain yang dijual murah.

Contohnya pada tahun 1958, Buffett membeli saham perusahaan Sanboin Map Company yang merupakan perusahaan pembuat peta Amerika seharga US$45 per lembarnya. Dalam waktu dua tahun, Buffett berhasil memanen keuntungan sebesar 50% dari pembelian ini.

Pada tahun 1962, Warren Buffett sudah mejadi milioner, yang mana aset perusahaannya mencapai 7,1 juta US$.

Selanjutnya ia membeli saham perusahaan tekstil Berkshire Hathway US$7,6 untuk permulaan memasuki bisnis tekstil.

Warren Buffett membeli saham Berkshire Hathway

Dan pada tahun 1965, perusahaan Buffett memborong saham perusahaan tekstil tersebut dan menjadi pemilik barunya.

Namun Buffett menyadari jika tekstil bukanlah bidangnya dan ia mengubah perusahaan yang semula perusahaan tekstil menjadi perusahaan keuangan. Walaupun sukses, namun Warren Buffett harus membubarkan perusahaannya Buffett Partnership pada tahun 1969 untuk fokus di perusahaan Berkshire Hathway

Ia menghapus divisi manufaktur tekstil dan menjual aset-asetnya yang berhubungan dengan tekstil.

Kemudian melalui Berkshire Hathway, ia membeli saham berbagai perusahaan besar seperti The Washington Post, Exxon, Geico, termasuk bank investasi Salomon Brothers, serta di perusahaan minuman favoritnya yaitu Coca Cola.

Bahkan Warren Buffett menjadi direktur Coca Cola dari tahun 1989 – 2006.

Selain itu, Buffett perna menjadi direktur di Citigroup Global Market Holdings Graham dan The Julide Company.

Salomon Brothers, salah satu perusahaan yang sahamnya dibeli oleh Warren Buffett ternyata merupakan perusahaan yang tidak sehat berupa permainan transaksi dan berbagai skandal-skandal yang lainnya. Bahkan perusahaan ini menguasai surat utang terbanyak sejak tahun 1930-an.

Skandal tersebut tidak berubah meski sudah berganti kepemimpinan. Justru kondisinya semakin parah.

Sampai pada akhirnya, pihak berwenang mulai mencium skandal tersebut dan memberikan sanksi denda kepada Salomon Brothers sebesar 290 juta US$. Membuat bank ini terancam bangkrut.

Departemen Keuangan Amerika Serikat melarang Salomon Brothers menawar dalam lelang sekuiritas pemerintah, di saat Warren Buffet mengambil alih kemudi. Buffett terus berusaha meyakinkan Departemen Keuangan Amerika Serikat bahwa pelarangan tersebut bisa menguncang keuangan dunia.

Akhirnya pelarangan itu dicabut dan Warren Buffett berhasil menyelamatkan Salomon Brothers. Perlahan tapi pasti, Salomon Brothers mulai merangkat naik sampai pada akhirnya pada tahun 1997 perusahaan asuransi raksasa D’Travellers membeli saham Salomon Brothers seharga 9 miliar US Dollar dan Buffet mendapatkan bagian sebesar 1,7 Miliar US Dollar.

Kepiawaian Warren Buffett didunia investasi saham sudah tidak perlu diragukan lagi, banyak orang yang ingin mendapatkan wejangan dari dirinya.

Bahkan pada tahun 2002, Buffett mengadakan lelang untuk acara makan siang dengannya. Hanya ada tujuh kursi saja pada acara makan siang ini.

Tak disangka, banyak orang yang berebutan kursi, bahkan ada yang memberi penawaran tertinggi sebesar US$ 3.456.789. Uang tersebut ia amalkan ke orang yang membutuhkan.

Warren Buffett Menjadi Orang Terkaya di Dunia

Pada tahun 2008, Warren Buffet menjadi orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes dengan total kekayaan mencapai 62 miliar US$.

Pada tahun 2009, Buffett membuat investasi yang fatal dengan membeli saham perusahaan energi ConocoPhilips. Ia mengatakan kepada investor bahwa ia membeli saham ConocoPhilips dalam jumlah yang sangat besar di saat harga minyak dan gas hampir mencapai puncak.

Buffett juga mengatakan bahwa pembelian sahamnya membuat Boxer rugi miliaran dollar.

Pada tahun 2009, Warren Buffett turun menjadi orang terkaya di dunia di bawah Bill Gates. Keduanya adalah teman baik, khususnya dalam kegiatan amal.

Buffett memberikan 83% kekayaannya ke Bill and Melinda Gates Foundation berupa 10 miliiar lembar saham kelas Berkshire Hathway yang jumlahnya diperkirakan mencapai 3,28 Miliar US$.

Meski sudah berumur, tak membuat Warren Buffett ingin pensiun dan berhenti berinvestasi. Kini, sahamnya ada di berbagai perusahaan besar seperti Coca Cola Company, American Express, American Airlines, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Warren Buffett Investor Coca Cola

Pada tahun 2020, Warren Buffett menduduki peringkat 4 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Total kekayaannya mencapai 86 Miliar US$.

Itulah dia Kisah hidup seorang investor terbaik di dunia bernama Warren Buffett. Semoga kamu bisa memetik pembelajaran berharga dari kisah beliau.

Apakah artikel ini membantumu?