Semua orang pasti sepakat jika waktu lebih berharga dibandingkan intan dan permata.

Apa sebabnya? Jika intan atau pun permata hilang, maka dapat dicari gantinya. Namun ketika waktu hilang (terlewatkan), maka sampai ke ujung dunia pun tidak akan bertemu dengan gantinya.

Oleh sebab itu tidak heran jika banyak orang yang telah lanjut usia merasa menyesal atas waktu yang telah berlalu.

Benarlah pula kata pepatah penyesalan selalu datang belakangan.

Hal ini pun dialami oleh sebagian mereka yang menyia-nyiakan waktu di masa mudanya. Alhasil di hari tuanya mereka hanya mampu menunduk dan meratapi penyesalan.

Penyesalan di masa tua
Penyesalan di masa tua

Lantas apa saja yang disesali di hari tua? Berikut ini 5 hal yang kebanyakan disesali oleh orang-orang yang telah berusia tua.

1. Menyesal Karena Tidak Berusaha untuk Mencapai Cita-Cita

Penyesalan tidak berusaha keras mencapai cita-cita
Penyesalan tidak berusaha keras mencapai cita-cita

Setiap kita pasti memiliki cita-cita yang ingin dicapai di suatu saat nanti. Bahkan hal ini pun kerap ditanyakan oleh guru di sekolah.

Apa cita-citamu? Dengan beragam jawaban semuanya menjawab cita-cita yang ingin dicapai.

Namun tahukah Kamu bahwa 92% orang di masa tuanya menyesali ketidakmampuan mereka dalam menggapai cita-cita yang dimiliki di masa muda.

Mereka menyesal karena di masa muda dulu mereka tidak bersungguh-sunggu dalam menggapai cita-cita yang dimiliki.

Masa muda yang mereka miliki berlalu begitu saja dan tidak terasa begitu cepat berganti. Di masa itu mereka sibuk dengan berbagai hal yang tidak produktif, sehingga tidak fokus dalam menggapai cita-cita yang dimiliki.

Bahkan sebagian dari mereka cenderung gemar bermalas-malasan.

Alhasil ketika hal itu tersadari, mereka telah berada di usia yang tidak memungkinkan lagi melakukan segala sesuatu layaknya waktu muda dulu.

Oleh sebab itu, gunakanlah waktu muda yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh teman-teman kamu rata-rata.

Misalnya di saat mereka bekerja kamu ikut bekerja dan ketika mereka bermain kamu pun ikut bermain.

Tetapi ketika temanmu mendapatkan penghargaan, akankah kamu mendapatkan hal yang sama? Belum tentu pasti bukan.

Jika kamu memang memiliki keinginan untuk meraih sesuatu bahkan melebihi apa yang didapat oleh teman-temanmu, maka berkorbanlah.

Lakukan segala sesuatu secara lebih giat dari pada teman-temanmu lakukan. Jangan hanya berdiam dari sambil bersantai, tetapi mulailah berkomitmen untuk berkerja lebih keras.

Baca juga: Sedari muda sering gagal dalam berbisnis, tidak menyerah sampai diumur 60 tahun berhasil mendirikan KFC, Franchise ayam goreng terbesar di dunia. 

2. Menyesal Karena Telah Memilih Pekerjaan yang Salah

Penyesalan karena telah memilih pekerjaan yang salah
Penyesalan karena telah memilih pekerjaan yang salah

Penyelasan kedua yang banyak diratapi oleh orang-orang di masa tuanya adalah menyesal karena telah memilih pekerjaan yang salah di masa mudanya.

Hal ini pun diungkapkan oleh 72% orang yang telah berusia lanjut. Mengapa ini bisa terjadi? Perhatikan cerita berikut.

Ada tiga sekawan yang baru saja lulus dari perguruan tinggi, sebut saja Budi, Jaka, dan Kevin. Ketiga melamar pekerjaan di sebuah perusahaan dan diterima oleh pihak perusahaan tersebut.

Setelah setahun bekerja Budi memutuskan untu keluar dari perusahaan itu dan melamar di perusahaan yang lebih kecil. Sementara Jaka dan Kevin masih berminat untuk meneruskan karier mereka di perusahaan tersebut.

Namun selang berapa waktu kemudian, Kevin akhirnya mengikuti jejak Budi untuk keluar dari perusahaan tersebut.

Kevin memilih keluar dengan alasan untuk memulai bisnis restoran yang telah impikannya.

Sedangkan Jaka yang saat itu merasa nyaman dengan penghasilan yang dimiliki memutuskan untuk tetap bertahan pada perusahaan tersebut dan merasa tidak perlu terlalu bekerja keras seperti halnya Budi dan Kevin.

Beberapa puluh tahun kemudian mereka berkumpul pada suatu acara reunian. Saat itu Budi hadir sebagai CEO dari serbuah perusahaan.

Kevin datang dengan label pebisnis dan telah berhasil membuka beberapa cabang restorannya. Semenatara Jaka hadir sebagai kepala manajer dari perusahaannya.

Cerita di atas merupakan gambaran dari anak muda yang cenderung tidak berani untuk mengambil tantangan yang berhubungan dengan masa depan mereka.

Mereka lebih merasa aman dan nyaman atas penghasilan dengan gaji besar yang diterima. Selain itu mereka juga khawatir jika nantinya memperoleh gaji yang tidak memadai serta lingkungan kerja yang tidak mendukung.

3. Menyesal Karena Tidak Mendidik Anak dengan Baik

Penyesalan karena tidak mendidik anak dengan baik
Penyesalan karena tidak mendidik anak dengan baik

Kita sama-sama mengetahui bahwa anak merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan.

Sehingga setiap orang tua akan senantiasa berkorban apa saja untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya dan hidup bahagia.

Bahkan ada pula di antara mereka yang menerapkan sejumlah aturan terhadap anaknya dengan harapan mereka dapat sukses di masa mendatang.

Namun tahukah Kamu jika ini adalah awak dari penyesalan yang dialami oleh 60% orang tua. Mengapa demikian?

Sebab tanpa di sadari, apa yang telah dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya itu justru berimbas buruk bagi si anak.

Mereka secara tidak langsung telah membunuh kreativitas anak sehingga anak tidak dapat berkembang sesuai dengan minatnya.

Alhasil anak pun kehilangan masa muda yang seharusnya mereka berbahagia dan bebas mengekspresikan kreativitasnya.

4. Menyesal Karena Tidak Menyayangi Pasangan Sendiri

Penyesal karena tidak menyayangi pasangan
Penyesal karena tidak menyayangi pasangan

Penyesalan yang keempat adalah menyesal karena tidak menyayangi pasangan sendiri. Hal ini pun diakui oleh 57% orang yang berusia lanjut.

Tidak dapat dipungkiri persoalan seperti ini memang kerap ditemukan pada kehidupan sehari-hari.

Banyak orang yang memang tidak pandai untuk menyayangi pasangannya dengan baik. Namun ketika mereka dipisahkan oleh waktu dan ruang untuk selama-lamanya, barulah hal itu tersadarkan dan menjadi penyesalan yang begitu mendalam.

Umumnya faktor tidak pandai memprioritaskan adalah sumber dari penyesalan ini. Kebanyakan dari orang-orang yang telah berpasangan justru sibuk dengan pekerjaan dan cenderung mengabaikan pasangannya.

Alhasil pada masa tuanya mereka hanya dapat meratapi penyesalan lantaran tidak mampu menyayangi pasangannya di waktu dulu.

Sementara ketika ingin memulainya kembali, mereka pun telah terpisah oleh waktu yang tak dapat dibayar.

5. Menyesal Karena Tidak Menjaga Kesehatan Sendiri dengan Baik

Penyesalan tidak menjaga kesehatan dengan baik
Penyesalan tidak menjaga kesehatan dengan baik

Semua orang pasti setuju jika keseahatan menjadi hal yang fundamental dalam kehidupan ini.

Namun tahukah Kamu sebanyak 45% lansia mengaku menyesal karena tidak mampu menjaga kesehatan dengan baik. Mengapa ini terjadi?

Umumnya mereka yang menyesalkan hal ini cenderung mengantikan kesehatan di masa mudanya dengan bekerja untuk mengejar sukses sebelum memasuki usia 60 tahun.

Namun ketika telah berada pada usia tersebut, mereka justru berusaha membeli kembali kesehatannya di masa muda dulu.

Oleh sebab itu ingatlah bahwa kesehatan diri begitu mahal harganya.. Harta yang berlimpah tidak akan berguna jika Kamu sakit.

Penyesalan di masa muda memang masih dapat diperbaiki. Namun ketika penyesalan itu datang di usia tuamu, maka Kamu tidak akan mampu memperbaikinya. Sebab semuanya telah berubah dan tidak lagi sama di kala muda dulu.

Berdasarkan hal ini ada pelajaran yang dapat direnungi bahwa masa muda itu penting dan tak tenilai.

Gunakan waktu di masa mudamu dengan sebaik-baiknya. Hindari melakukan hal-hal yang tidak produktif, seperti banyak bermain dan nongkrong.

Perbanyaklah bekerja dan belajar sesuai dengan cita-cita yang dimiliki. Tiada kata lain jika ingin suatu perubahan, kecuali Kamu memulainya saat ini, sekarang dan konsisten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here