Filosofi warna putih tidak sama dengan warna hitam, hijau, biru, kuning, merah, abu-abu, atau yang lainnya.

Putih adalah salah satu warna dasar karena tidak ada campuran warna lain di dalamnya.

Warna ini kerap kita temukan pada berbagai benda seperti kertas, kain kafan, peci, dan lain sebagainya.

Mari kita bahas arti dan filosofis warna putih pada artikel berikut ini

Filosofi Warna Putih Berdasarkan Psikologi

filosofi warna berdasarkan psikologi

Jika kita melihat dari sisi psikologi, putih dilambangkan sebagai warna polos dan bersih.

Pada faktanya memang warna putih itu bersih, tanpa noda dan tanpa embel-embel warna lainnya.

Selain itu, putih juga dianggap warna yang netral alias seimbang, tidak terlalu positif dan juga tidak terlalu negatif.

Sifat-sifat positif warna putih yaitu harapan, kebaikan, keterbukaan, dan kejelasan.

Sedangkan sifat negatif pada warna putih yaitu dingin, membosankan, dan jauh.

Bukan hanya itu saja, putih juga melambangkan kesederhanaan.

Putih Adalah Warna Polos

Putih adalah warna yang polos, dan polos ini bisa dimaknai beberapa hal yaitu

Satu macam warna alias tidak ada campuran warna. Sebab, kalau sudah ada campuran berarti sudah tidak polos lagi.

Sangat sederhana, sepertinya hal Pak Jokowi yang kerap memakai atasan putih sangat cocok karakter beliau yang memang sederhana.

Jadi, kalau ada temen kamu yang suka pakai baju putih berarti dia orangnya sederhana.

Dan yang ketiga adalah warna apa adanya, seadanya warna yaitu putih.

Bukan seperti warna lain yang tidak apa adanya karena mendapatkan campuran warna lain.

Putih Adalah Warna Bersih

putih adalah warna bersih

 

Sudah sejak lama putih diidentikkan dengan warna yang bersih.

Itulah mengapa dokter, perawat, puskesmas, dan rumah sakit pasti identik dengan warna.

Sebab, dokter, perawat, puskesmas, rumah sakit haruslah selalu bersih dan steril.

Bagaimana mungkin pasien bisa sembuh jikalau ruangannya tidak bersih atau tidak steril.

Putih Merepresentasikan Kemurnian

Putih selalu dihubungkan dengan benda yang masih murni, dan belum ternoda oleh kotoran atau dosa apapun.

Anak bayi yang baru lahir selalu diberi representasi sebagai kertas putih yang masih kosong dan suci karena belum ternoda oleh dosa, keburukan, rasa benci, dan sifat buruk lain yang disimbolkan sebagai tinta hitam.

Sedangkan manusia yang sudah dewasa, yang sudah merasakan berbagai macam kesedihan dan kemarahan, yang sudah pernah melakukan kejahatan, dan memiliki sifat buruk.

Mereka selalu disimbolkan dengan sebuah kertas penuh noda hitam dari setiap keburukan yang pernah mereka lakukan.

Putih Melambangkan Kesucian

putih melambangkan kesucian

 

Kebanyakan agama juga selalu menggunakan warna putih untuk menunjukan sebuah kesucian.

Dan jika kamu perhatikan, kebanyakan pakaian pengantin wanita biasanya berwarna putih.

Pakaian pengantin berwarna putih merepresentasikan jiwa sang pengantin wanita yang masih suci dan memberikan kesucian pada sang pengantin pria.

Putih Membawa Kesan Luas Dalam Segala Hal

Ruangan yang berwarna putih akan terasa lebih luas meskipun di dalamnya terdapat banyak barang dan furniture.

Hal itu dikarenakan white space atau warna putih dalam sebuah ruangan akan membuat ruangan tersebut terasa kosong, tidak tumpuk-tumpukan, dan lebih nyaman untuk ditempati.

Pernahkah kamu masuk ke sebuah ruangan yang terasa sempit karena banyak furniture?

Padahal ketika ruang tersebut dibongkar, ternyata ukurannya lebih luas dan barang-barang di dalamnya tidak sebanyak yang kamu kira.

Hal tersebut dikarenakan ruangan tidak memiliki white space, dimana menjadi tempat mata manusia beristirahat setelah melihat banyak objek sekaligus.

Putih dalam Desain Membuat Hasil Desain Terlihat Lebih Rapi

putih dalam desain

 

White space ini juga sering digunakan dalam membuat desain, logo, dan poster.

Membiarkan bagian-bagian tertentu kosong dan hanya berwarna putih akan membuat desain atau logo terlihat lebih rapi dan membuat orang yang memandangnya tidak merasa lelah.

Warna Putih Melambangkan Keadaan Mental yang Stabil

Dalam ilmu psikologi, pikiran dan keadaan mental yang tenang biasanya disimbolkan dengan warna putih.

Sedangkan kondisi mental yang tidak stabil disimbolkan dengan warna abu-abu hingga hitam, tergantung seberapa parah pikiran, hati, dan jiwa orang tersebut.

Warna Putih Melambangkan Ketenangan Hati Manusia

warna putih melambangkan ketenangan hati manusia

Tidak ada manusia yang punya ketenangan hati hingga bisa direpresentasikan dengan warna putih.

Sebab semua orang pasti punya masalah dalam pikirannya masing-masing.

Ketenangan penuh hanya bisa didapatkan ketika seseorang sudah meninggal, barulah pikiran, hati, dan jiwanya berada di kondisi mental berwarna putih.

Itulah mengapa rata-rata dalam upacara pemakaman, jenazah menggunakan pakaian berwarna putih yang melambangkan ketenangan abadi.

Sedangkan orang yang melayat menggunakan pakaian berwarna hitam, yang mana merepresentasikan rasa sedih, kehilangan, dan bela sungkawa.

Putih Memberikan Kesan Dingin

Salju yang berwarna putih membuat warna ini memberikan kesan dingin kepada orang yang melihatnya.

Oleh karena itu, muncul istilah “White Christmas”.

Yaitu ketika salju turun di malam natal hingga membuat seluruh jalan dan kota dipenuhi warna putih dan udara yang sangat dingin.

Orang-orang yang merayakan natal bisa mendapatkan kehangatan dari keluarga masing-masing di dalam rumah dari dinginnya white christmas.

Warna Putih Melambangkan Seorang Pahlawan dan Pelindung

putih melambangkan pahlawan

Kamu pasti sudah sering melihat film dimana pahlawan selalu menggunakan warna putih, sedangkan penjahatnya menggunakan warna hitam.

Hal tersebut sebenarnya berhubungan dengan filosofi warna putih yang sebelumnya, yaitu putih yang dipenuhi kesan kebaikan dan hitam yang dipenuhi aura kejahatan atau keburukan.

“White Knight” Adalah Sebutan untuk Lancelot atas Keberaniannya

Selain itu, terdapat istilah “White Knight”.

Yaitu seseorang yang melindungi atau mendukung orang lain serta menolongnya keluar dari situasi yang buruk, bukan dalam film, namun dalam kehidupan nyata.

Karakter “White Knight” ini bisa kamu lihat di berbagai tempat, baik di sekolah, kampus, bahkan di tempat kerja.

Istilah “White Knight” pertama kali disebutkan oleh Chr├ętien de Troyes dalam karya puisi Arthurian legendarisnya yang menyebutkan Lancelot sebagai Blanc Chevalier alias kstaria putih dalam bahasa Perancis.

Meskipun begitu, istilah “White Knight” kini sering disalah artikan sebagai orang yang ingin mencari perhatian atau sok akrab dengan melindungi orang lain dari masalah tertentu.

Kasus seperti itu bisa kamu lihat di internet, media sosial, dan forum online.

Batu Mulia Berwarna Putih Melambangkan Sebagai Awal yang Baru

batu mulia berwarna putih

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa warna putih sering dilambangkan untuk anak yang baru lahir sebagai kertas putih tanpa noda.

Sedangkan pada objek lain, yaitu batu mulia, warna putih dilambangkan sebagai awal yang baru, reinkarnasi, atau seperti terlahir kembali.

Cincin dengan batu mulia berwarna putih sangat cocok untuk diberikan kepada pasangan sebagai permintaan maaf dan permohonan untuk mengawali hubungan dari awal.

Hal tersebut juga berhubungan dengan arti warna putih dalam psikologi sebagai kondisi emosi yang bersih dari kekacauan akibat permasalahan apapun yang sedang dialami.

Warna Putih yang Terlalu Banyak Bisa Memberikan Kesan Hampa dalam Pikiran Seseorang

Meskipun sering dikaitkan sebagai simbol kebaikan, kesucian, dan semua hal yang positif, warna putih tetap memiliki sisi negatif, layaknya warna lainnya.

Warna putih yang terlalu banyak memberikan kesan hampa pada psikologi atau pikiran seseorang.

Jika kamu tinggal di sebuah rumah yang terlalu kosong dan dipenuhi warna putih, akan muncul rasa sepi, hampa, hingga depresi tiap kali masuk ke rumah tersebut.

Apalagi jika kamu tinggal di rumah tersebut sendirian.

Bukannya membawa kebaikan, kali ini warna putih justru membawa kesedihan kepada orang yang melihatnya.

Itulah mengapa sebaik-baiknya warna putih tetap membutuhkan warna lain sebagai penyeimbang.

Filosofi Warna Putih dalam Ilmu Feng Shui

filosofi putih berdasarkan feng shui

Dalam ilmu Feng Shui, putih dianggap sebagai warna yang sangat kuat, sehingga butuh elemen penyeimbang dari warna kebalikannya yaitu hitam.

Elemen putih yang bisa ditemukan dari besi, kayu, bunga, dan kaca, perlu diseimbangkan dengan elemen hitam yang datang dari batu-batuan, tembok dengan cat hitam, keramik hitam, dan lainnya.

Selain itu, putih juga bukanlah warna yang memberikan keceriaan, dan bukan juga memberikan kesedihan.

Sehingga ruangan yang hanya dipenuhi warna putih akan membuat orang yang menempatinya cepat merasa bosan, tidak nyaman di rumah.

Dan akhirnya sering keluar rumah hingga menjadikan rumah hanya tempat untuk tidur saja.

Jadi jika kamu ingin membuat rumah atau kamar dengan dominasi warna putih, pastikan memadukannya dengan warna lain.

Benda-benda Berelemen Putih Menurut Feng Shui

Seperti yang sudah dikatakan tadi, elemen putih berasal dari besi dan kayu.

Dalam feng shui sendiri, biasanya elemen besi memancarkan energi putih yang lebih banyak dibandingkan sumber lainnya.

Oleh karena itu untuk memenuhi ruangan dengan elemen putih, kamu bisa memasukan dekorasi atau furniture dengan unsur besi seperti di bawah ini.

  • Furniture berbentuk oval atau bulat seperti cermin
  • Figure foto berwarna putih
  • Vas bunga putih
  • Lampu tidur atau lampu meja
  • Lonceng gantung yang terbuat dari alumunium

Khusus untuk lonceng gantung, kamu mungkin perlu menaruhnya di teras rumah.

Sedangkan dekorasi lainnya bisa disusun sesuka hati di dalam ruangan.

Furniture yang Bisa Menjadi Elemen Penyeimbang Warna Putih

furniture yang bisa menjadi elemen penyeimbang

Dalam feng shui, elemen besi bisa diseimbangkan dengan elemen kayu dan elemen tanah.

Kedua elemen ini juga bisa ditemukan dalam berbagai macam dekorasi dan furniture rumah.

Nah, berikut ini adalah beberapa dekorasi yang bisa menjadi elemen penyeimbang dari elemen putih.

  • Tanah dan tanaman hias dalam rumah
  • Meja makan, laci, atau rak dari kayu yang tidak dicat
  • Kusen jendela dan pintu yang tidak dicat
  • Perapian, khusus untuk rumah yang dibangun di daerah dingin

Jika kamu ingin element besi yang memancarkan warna putih tetap mendominasi ruangan, hindari menggunakan lantai dari kayu.

Karena lantai kayu akan membuat 50% hingga 70% ruangan berelement kayu yang mayoritas memancarkan energi warna cokelat.

Kepribadian Orang yang Suka Warna Putih

kepribadian orang yang suka warna putih

Setelah mengetahui filsafat warna putih, sekarang kita juga bisa mengira-ngira kepribadian orang yang suka warna putih.

Kalau kamu juga suka warna putih, coba cek apakah kepribadian berdasarkan warna favorit ini benar atau tidak.

Kalau kamu juga suka warna putih, coba cek apakah kepribadian berdasarkan warna favorit ini benar atau tidak.

Orang yang Suka Warna Putih Selalu Memperhatikan Penampilannya

Sifat yang pertama, orang yang warna favoritnya putih selalu memperhatikan penampilannya.

Kamu bisa lihat sendiri jika ada orang yang sering menggunakan baju putih, biasanya mereka sering membenarkan penampilan lebih sering dari orang pada umumnya.

Mereka juga tidak mau ada kotoran atau noda sedikitpun yang menempel ke pakaian.

Optimis dalam Hampir Semua Hal

Putih mungkin bukanlah warna yang memberi energi ceria seperti Kuning.

Tapi, warna ini tetap memberikan energi positif kepada siapapun yang melihatnya.

Itulah mengapa orang-orang yang suka dengan warna putih biasanya optimis dalam menghadapi masalah apapun, kamu mungkin salah satunya.

Memiliki Standar Tinggi dalam Hal Kebersihan

Selanjutnya, orang yang suka warna putih terkenal sebagai orang yang sangat menjaga kebersihan.

Bahkan bisa dibilang orang-orang ini memiliki standar kehigienisan yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat pada umumnya.

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa warna putih identik dengan hal yang bersih.

Mungkin itulah penyebabnya kenapa orang dengan warna favorit putih juga suka dengan hal-hal yang bersih.

Selalu Memandang ke Masa Depan

Kalau warna favoritmu adalah putih, apakah kamu tipe orang yang visioner dan selalu memandang ke masa depan?

Jika iya, berarti mayoritas orang penyuka warna putih memang selalu merencanakan selangkah lebih maju dibanding masyarakat umumnya.

Selalu Berpikir Sebelum Bertindak

Beberapa orang ada yang bertindak secara spontan tanpa berpikir akan konsekuensi dari tindakan tersebut, bahkan tidak sedikit yang ada di sekitar kita.

Tetapi, umumnya orang-orang yang suka warna putih memiliki sifat kebalikannya.

Mereka akan memikirkan dengan matang, merencanakan, hingga membandingkan resiko bila ada pilihan dari dua tindakan sebelum melakukannya.

Hal ini mungkin membuat orang penyuka warna putih jadi lambat dalam mengambil keputusan, tetapi mereka juga tipe yang meminimalisir resiko sekecil mungkin.

Bisa Mengendalikan Diri

Tidak semua orang punya self-control untuk diri mereka masing-masing.

Kepribadian ini berlaku untuk semua aspek kehidupan, misalnya emosi, nafsu ketika berbelanja, makan dan minum, dan masih banyak lagi.

Namun karena orang yang suka warna putih selalu memikirkan semua tindakannya dengan matang, maka mereka bisa mengendalikan diri dengan baik.

Rata-rata orang dengan warna favorit putih lebih sabar dan tidak boros dalam hidupnya.

Hemat

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, orang dengan warna favorit putih tidak boros ketika berbelanja.

Walaupun bukan seorang akuntansi atau orang yang bekerja di bank, tetapi mereka punya kemampuan dalam mengatur uang dengan baik.

Kalaupun ada barang yang diinginkan dan harganya mahal, biasanya mereka akan mencari cara untuk membelinya dengan resiko paling ringan.

Misalnya dengan menabung atau mengorbankan pengeluaran sekunder lain.

Perfeksionis

Kepribadian orang yang suka warna putih berikutnya adalah perfeksionis dalam segala hal.

Baik dalam pekerjaan, rumah tangga, maupun kehidupan sehari-hari, umumnya mereka selalu ingin yang terbaik atau melakukan yang terbaik.

Selain untuk apa yang mereka lakukan, sifat perfeksionis ini juga berlaku untuk apa yang mereka dapatkan.

Jadi orang-orang disekitarnya harus ikut melakukan apapun sesempurna mungkin.

Menyembunyikan Kekurangan Sendiri

Salah satu alasan kenapa orang yang suka warna putih punya sifat perfeksionis mungkin karena mereka tidak mau kekurangan dalam hidupnya terlihat.

Penyuka warna putih akan berusaha sebaik mungkin untuk menutupi kekurangan mereka.

Sifat ini bisa dibilang sifat yang bagus, dan juga tidak bagus.

Bagus jika kamu ingin melakukan apapun semaksimal mungkin, tapi menjadi perfeksionis sampai tahap fanatik akan membuatmu mudah merasa kecewa ketika ada yang tidak sempurna.

Memiliki Sense of Art yang Tinggi

Memang tidak semua orang yang suka warna putih terjun langsung ke dunia seni.

Namun rata-rata penyuka warna putih adalah orang yang bisa menilai keindahan suatu barang dengan baik, baik itu lukisan, patung, atau benda lainnya.

Jika kamu sedang mencari furniture atau hiasan di rumah, mengajak orang dengan warna favorit putih adalah ide yang sangat bagus.

Pemilih, Khususnya dalam Hubungan

Orang yang suka warna putih bukan mustahil dalam memiliki hubungan, tapi mereka mungkin sangat pemilih.

Alasannya berkaitan juga dengan kepribadian yang sebelumnya, yaitu selalu memikirkan apapun sematang mungkin.

Apalagi dalam pasangan hidup, mereka tidak mau buru-buru dan menyesal di tengah jalan.

Jadi jika kamu penyuka warna putih dan sampai saat ini belum menjalin hubungan dengan siapapun, jangan merasa khawatir.

Selalu Dikelilingi oleh Warna Putih

Maksud dari kepribadian yang satu ini adalah, selalu memilih warna putih untuk benda apapun.

Memang ada beberapa orang yang selalu memilih benda dengan warna kesukaannya, misalnya orang yang suka warna merah sering menggunakan dress merah.

Tapi penyuka warna putih bisa membawa sifat ini ke level yang lebih tinggi.

Mereka bisa punya mobil warna putih, handphone putih, tas putih, hingga baju dan celana yang ada di lemari semuanya warna putih.

Tapi baju pakaian warna putih juga tidak akan terlihat ketinggalan jaman, jadi bisa dipakai lebih lama.

Periang

Tidak sulit membuat orang yang suka warna putih bahagian.

Sebab mereka selalu melihat sisi positif dari segala hal, termasuk ketika mereka sedang merasa sedih atau mengalami kejadian yang kurang baik.

Selain itu, jika kamu penyuka warna putih juga, pasti kamu sadar bahwa hal kecil sekalipun bisa memberikan kebahagiaan.

Baik itu hanya melihat matahari terbit, bisa tidur 1 jam lebih lama dari biasanya, atau bahkan makan makanan yang disukai setiap hari.

Memberikan Energi Kebahagiaan untuk Orang-orang Disekitarnya

Orang dengan warna favorit putih terkenal sebagai periang.

Tapi kepribadian ini bukan hanya untuk sendiri, seringkali kamu membagikan kebahagiaan dengan orang lain juga, khususnya orang-orang di sekitar.

Itulah kenapa orang yang suka warna putih cenderung punya banyak teman.

Kalaupun tidak punya banyak orang yang bisa disebut sebagai teman, melakukan aktivitas apapun bersamamu akan membuat orang tersebut merasa bahagia.

Punya Rasa Empati yang Tinggi

Kepribadian orang yang warna favoritnya putih selanjutnya adalah punya rasa empati yang tinggi terhadap orang lain.

Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa orang-orang disekitarmu bahagia ketika melakukan aktivitas bersama.

Sebab sebagai penyuka warna putih, kamu akan sering membayangkan berada di posisi orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

Itulah mengapa orang yang suka warna putih akan membagikan energi positifnya untuk menghibur orang disekitarnya.

Sifat Buruk Orang yang Suka Warna Putih

Sifat buruk orang yang suka warna putih

Setelah membahas apa saja arti warna putih berdasarkan psikologi serta kepribadian baik dalam diri orang yang suka warna tersebut, rasanya lebih adil jika kita bahas sifat buruknya juga.

Setiap orang pasti punya sifat baik dan buruk dalam dirinya, tidak terkecuali kamu.

Dan jika kamu suka warna putih, mungkin ini kepribadian buruk yang tidak kamu sadari.

Hidup di Zona Nyaman

Ketika sudah mendapatkan apa yang diinginkan, orang dengan warna favorit putih lebih suka menikmati hasil kerja kerasnya.

Saking menikmatinya, kamu mungkin jadi lupa mencari tujuan baru yang ingin dicapai.

Hal ini tidak sepenuhnya buruk karena kamu akan jadi orang yang lebih bersyukur.

Tapi di sisi lain, kamu akan hidup di zona nyaman dalam waktu yang lama.

Tidak Mau Mengambil Resiko untuk Hal Apapun

Kadang, mengambil resiko dibutuhkan untuk mengembangkan skill, bisnis, atau aspek apapun dalam kehidupan.

Tapi orang yang suka warna putih lebih memilih menghindari resiko atau melakukan hal dengan resiko sekecil mungkin.

Sehingga kamu jadi lebih sulit berkembang dibandingkan orang lain.

Tapi tenang saja, jangan membandingkan kemampuanmu dengan kemampuan orang lain.

Sebab semua orang punya kepribadian dan cara hidup mereka masing-masing.

Namun ketika sifat ini membuat kamu terjebak di situasi yang tidak diinginkan, seperti berada di hubungan yang sudah tidak sehat untuk dipertahankan, mungkin kamu perlu mengambil resiko untuk perubahan sesekali dalam hidup.

Keras Kepala, Tapi Memilih Diam

Penyuka warna putih bisa merasa tidak setuju dengan semua hal yang ada di dunia ini.

Tapi daripada mengeluarkan opininya, kamu lebih memilih diam dan menyimpan dalam pikiran saja.

Hal ini kadang membuatmu jadi orang yang keras kepala, dingin, dan tidak ingin mendengarkan opini orang lain.

Demikian pembahasan lengkap mengenai filosofis warna putih. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Apakah artikel ini membantumu?