Investasi, mungkin kamu pernah mendengarnya,

Tapi tak paham apa maksudnya, apalagi melakukannya.

Padahal sesungguhnya investasi di era sekarang itu benar-benar menguntungkan dan membawa dampak positif.

Asal dilakukan dengan cara yang benar.

Dan jangan pernah samakan investasi dengan menabung.

Ya memang, keduanya sama-sama menyimpan namun jumlah keuntungan yang didapat jauh berbeda.

Kurang lebih seperti ini ilustrasinya…

Kalau kamu nabung di celengan sampai terkumpul Rp 5.000.000, maka ketika kamu memecahkan celengan itu untuk diambil uangnya maka uang Rp 5.000.000 itulah yang didapat.

Beda dengan investasi,

Invest Rp 5.000.000 maka dalam beberapa tahun ke depan pasti kamu memperoleh lebih dari itu.

Daripada bingung sendiri, mari kita bahas tentang investasi satu per satu.

Apa Itu Investasi?

Investasi, sebenarnya apa sih?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan

Bahasa mudahnya, investasi itu penanaman modal yang kita miliki untuk mendapatkan keuntungan di masa mendatang.

Jadi kita itu menanam modal, kemudian setelah kurun waktu tertentu kita bisa menarik lagi modal tersebut dengan jumlah yang lebih banyak tentunya.

Oh ya, investasi ini nggak cuma uang aja ya.

Bisa benda-benda berharga lainnya, yang paling umum dipakai masyarakat Indonesia itu emas.

Nah, udah mulai paham kan tentang pengertian investasi? Selanjutnya kita akan bahas jenis-jenisnya

Jenis-jenis Investasi

Investasi itu ada banyak jenisnya, meskipun tujuan akhirnya 1 yaitu keuntungan.

  • Ada investasi berdasarkan produknya.
  • Berdasarkan resikonya.
  • Berdasarkan jangka waktunya.
  • Berdasarkan asetnya.
  • Berdasarkan sumber pembiayaannya
  • Dan berdasarkan pengaruhnya.

Mari, kita bahas satu per satu.

Investasi Berdasarkan Produknya

Jenis investasi berdasarkan produk, tapi dibagi menurut barang yang kita investasikan, yaitu

  • Emas : menginvestasikan emas, bisa batangan atau emas murni.
  • Reksadana : investasi di suatu tempat dan dikelola oleh manajer investasi, kemudian keuntungan dibagi rata kepada seluruh investor yang bergabung.
  • Obligasi : menginvestasikan/mendanai perusahaan atau UMKM yang membutuhkan modal. Ada yang menyebutnya sebagai Peer To Peer Lending.
  • Saham : menginvestasikan saham atau tanda kepemilikan suatu perusahaan.
  • Deposito : produk investasi yang disediakan oleh bank.
  • Cryptocurrency : menginvestasikan mata uang kripto.
  • Properti : menginvestasikan properti seperti rumah, bangunan, tanah, dan lain sebagainya.

Investasi Berdasarkan Jangka Waktunya

Menurut jangka waktunya, investasi dapat dibedakan menjadi tiga, yakni.

  • Investasi jangka pendek
  • Investasi jangka menengah, dan
  • Investasi jangka panjang.

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan dalam waktu yang singkat. Biasanya sekitar satu tahun bahkan mungkin kurang dari itu.

Tapi, investasi ini ada kelemahannya,

Salah satunya adalah keuntungan kecil. Jadi, kurang cocok dilakukan kalau kamu ingin mendapat keuntungan besar.

Investasi jangka pendek biasanya dilakukan oleh orang yang membutuhkan dana cepat. Misal untuk membayar hutang.

Beberapa produk yang termasuk ke dalam investasi jangka pendek yaitu,

  • Reksadana pasar uang
  • Deposito
  • Obligasi

Investasi Jangka Menengah

Investasi ini memiliki jangka waktu antara satu hingga lima tahun.

Sedangkan keuntungannya sedikit lebih banyak daripada investasi jangka pendek.

Dan biasanya orang-orang yang melakukan investasi jangka menengah adalah orang yang membiayai kebutuhan dengan durasi cukup lama, misalnya

  1. Membayar pendidikan anak
  2. Membeli kendaraan.
  3. Dan lain sebagainya.

Beberapa produk yang termasuk investasi jangka menengah adalah

  • Obligasi Ritel Indonesia
  • Suku Ritel Indonesia
  • Emas

Ada juga ahli yang berpendapat, bahwa sesungguhnya investasi jangka menengah itu tidak ada. Jadi, hanya dua jenis investasi yaitu pendek dan panjang.

Investasi Jangka Panjang

Apa itu innvestasi jangka panjang?

Investigasi ini adalah investasi yang durasinya paling panjang.

Bisa sampai lebih dari 5 tahun.

Nggak cocok buat kamu yang butuh dana cepat, namun sangat cocok untuk kamu yang ingin memiliki tabungan di masa mendatang.

Misalnya,

  • Untuk biaya pernikahan.
  • Untuk dan pensiun.
  • Dan lain sebagainya.

Contoh investasi jangka panjang yaitu

  • Investasi emas
  • Investasi properti
  • Investasi saham

Investasi Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, investasi dapat dibagi menjadi :

Investasi Langsung

Sebutan lainnya yaitu direct Investment.

Penanaman modal dilakukan secara langsung, dan biasanya berkaitan dengan

  • pembelian lahan,
  • pendirian pabrik, serta mesin-mesin perusahaan

Ada dua jenis aset yang dikelola dalam investasi langsung, yaitu aset riil dan aset berwujud.

dan investasi langsung ini masih dibagi lagi menjadi dua jenis,

  • investasi yang dapat diperjualbelikan : saham, emas, properti.
  • investasi yang tidak dapat diperjualbelikan : deposito.

Selain itu, investasi langsung memiliki beberapa keunggulan yaitu :

  • Kamu sebagai investor memiliki kontrol langsung atas modal atau aset yang ditanamkan.
  • Bisa melakukan analisa dan mengambil keputusan dengan tepat.
  • Bisa dijadikan tabungan untuk masa depan.

Sedangkan untuk kekurangannya yaitu :

  • Bakal kesulitan bagi investor pemula.
  • Tidak mudah untuk dipindahkan.

Investasi Tidak Langsung

Investasi tidak langsung adalah kebalikan dari investasi langsung.

Sebagai investor, kamu tidak terlibat secara langsung baik dalam proses jual beli maupun pengelolaannya.

Jadi, ada perusahaan, manajer investasi, atau pihak ketiga yang mengelolanya.

Salah satu contoh dari investasi tidak langsung yaitu investasi reksadana.

Beberapa keunggulan dari investasi secara tidak langsung yaitu

  • Tidak perlu ribet-ribet mengurus investasi, karena sudah ada yang ngurusin.
  • Mudah dicairkan.

Sementara itu, kekurangannya adalah

  • Investor tidak mengelola secara langsung,
  • Jika terjadi kerugian, maka investor juga menanggungnya.

Jenis Investasi Berdasarkan Resikonya

Meski dinilai menguntungkan, investasi itu juga memiliki resiko.

Berdasarkan tingkat resikonya, investasi dapat dibedakan menjadi :

Investasi Resiko Rendah

Merupakan investasi yang resikonya paling kecil.

Sangat cocok untuk kamu yang baru pertama kali mencoba berinvestasi. Karena resiko rendah, maka keuntungannya juga kecil.

Akan tetapi investasi ini sangat aman dijalankan.

Contoh investasi resiko rendah yaitu

  • Obligasi
  • Deposito
  • Emas

Investasi Resiko Menengah

Sebagian pakar ada yang tidak memasukkan investasi resiko menengah.

Tingkat resikonya sedikit lebih tinggi, tapi tidak setinggi investasi resiko tinggi. Cocok untuk investor yang sudah memiliki pengalaman.

Untuk keuntungannya, sedikit lebih banyak dari investasi resiko rendah.

Contoh investasi jenis ini yaitu reksadana.

Investasi Resiko Tinggi

Investasi ini resikonya paling tinggi dibandingkan yang lainnya.

Tidak cocok dijalankan oleh investor pemula sebab sangat sulit dilakukan, meskipun keuntungan yang ditawarkan juga besar.

Jika gagal melakukannya, bisa menghasilkan kerugian.

Beberapa yang termasuk investasi dengan resiko yang tinggi yaitu :

  • Saham
  • Forex
  • Kripto

Jenis Investasi Berdasarkan Aset

Menurut aset yang ditanamkan untuk berinvestasi, investasi terbagi menjadi dua yakni

  • Investasi Riil
  • Investasi Keuangan

Investasi Riil

Investasi riil adalah investasi yang asetnya berupa benda riil atau terlihat wujud fisiknya.

Contohnya yaitu logam mulia (emas, perak, berlian) dan properti (rumah).

Investasi Keuangan

Investasi keuangan adalah investasi dalam bentuk aset keuangan, bukan produk fisik.

Contoh : deposito, obligasi, dan saham.

Jenis Investasi Berdasarkan Sumber Pembiayaannya

Ada dua jenis investasi berdasarkan pembiayaannya yaitu :

  • Investasi modal dalam negeri : investasi yang modalnya berasal dari orang dalam negeri atau orang Indonesia.
  • Investasi modal asing : investasi yang modalnya berasal dari luar negeri.

Jenis Investasi Berdasarkan Pengaruhnya

Menurut pengaruhnya, investasi dibedakan menjadi

  • Investasi autonomous : investasi yang tidak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan investor.
  • Investasi included : investasi yang dipengaruhi oleh peningkatan permintaan barang dan/ atau jasa.

Tujuan Investasi

Jenis investasi

Berikutnya kita bahas apa saja tujuan-tujuan dalam berinvestasi.

Biasanya orang yang berinvestasi memiliki beberapa tujuan yaitu :

Memenuhi Kebutuhan Di Masa Depan

Pada dasarnya investasi memang mirip seperti menabung.

Dan orang menabung itu pasti uangnya digunakan untuk kebutuhan pada masa mendatang, begitu juga berinvestasi.

Misalnya untuk membayar pendidikan anak, membeli kendaraan pribadi, membeli rumah, menyiapkan biaya pernikahan, menyiapkan dana pensiun, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mengembangkan Usaha

Ada orang-orang yang berinvestasi untuk mengembangkan usahanya.

Umumnya, pengusaha yang sudah mendapatkan banyak omzet dalam bisnisnya akan melakukan investasi.

Umumnya berupa penanam saham, namun bisa juga dalam bentuk lainnya.

Harapannya cuma satu, setelah invest dia akan mendapatkan tambahan modal untuk meningkatkan usahanya.

Mendapatkan Pendapatan Pasif

Investasi juga bertujuan supaya kita bisa mendapatkan pendapatan pasif, bukan hanya pendapatan dari gaji saja.

Dengan adanya penghasilan pasif, secara otomatis penghasilan pun akan bertambah.

Kamu pun jadi semakin mudah menggapai tujuan keuangan yang sebelumnya sudah terlebih dahulu dicanangkan.

Untuk bisa mendapatkannya, aku saranin melakukan investasi jangka pendek saja karena hasilnya bisa langsung dirasakan.

Manfaat Investasi

Selain punya tujuan, berinvestasi tentu ada manfaatnya bukan?

Mungkin yang kamu tau manfaat investasi itu cuma satu,

Yaitu mendapat keuntungan.

Memang benar. Tapi tidak sebatas itu saja.

Karena ada berbagai manfaat lainnya yang bisa kamu dapatkan.

Apa saja itu?

Membantu Mewujudkan Tujuan Keuangan.

Pada artikel sebelumnya tentang perencanaan keuangan, sudah dijelaskan bahwa ada satu cara mewujudkan tujuan finansial.

Cara tersebut adalah investasi.

Investasi, baik cepat maupun lambat bisa membuat kita bisa mewujudkan apa yang diinginkan.

Misalnya,

  • Membeli kendaraan pribadi.
  • Mempersiapkan pernikahan.
  • Membayar pendidikan anak.
  • Membeli rumah.
  • Membayar sewa rumah.
  • Atau yang lainnya.

Memang investasi bukan cara utama, tapi setidaknya bisa membantu kamu karena pundi-pundi uang bertambah.

Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Logikanya seperti ini…

Kalau kamu invest, kamu akan mendapatkan uang. Atau paling tidak barang berharga dan itu bisa dijual sehingga kamu memperoleh uang.

Itulah mengapa investasi disebut bisa memberikan manusia penghasilan tambahan.

Jadi, sumber penghasilan kamu sekarang ada dua.

  • Gaji bulanan
  • Investasi.

Bergabung jadi satu akhirnya semakin banyak.

Belajar Mengambil Keputusan

Sadar atau tidak sadar, saat berinvestasi kita dipaksa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Misal, saat sudah membeli saham.

Kapan waktu yang tepat menjual saham tersebut? Jika saya jual sekarang apakah untung besar?

Semua orang dipertimbangkan secara matang, dan terkadang kita harus cepat mengambil keputusan.

Apakah beli atau jual?

Mencegah Dampak Inflasi

Bagi kamu yang masih bingung apa itu inflasi, aku jelasin secara singkat ya.

Inflasi adalah kenaikan harga barang atau jasa secara umum dan biasanya terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Dan ini jelas sekali merugikan.

Harga bisa meroket dan belum tentu bisa terbeli.

Akan tetapi, bagi kamu yang berinvestasi tidak terlalu merasakan dampak dari inflasi ini karena pertumbuhan uang yang semakin banyak.

Mencapai Financial Freedom

Pernah dengar istilah financial freedom?

Pada hakikatnya, salah satu tujuan utama dari investasi adalah mencapai Financial freedom atau kebebasan finansial.

Bebas secara finansial, maksudnya adalah kamu bisa secara bebas menggunakan uang tanpa repot mikir hari ini mau makan apa.

Kalau dalam piramida keuangan yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebebasan finansial berarti telah sampai tahap distribusi kekayaan

Resiko Investasi

investasi, risiko, kontrol, asuransi, pengelolaan, kerugian, kredit, pasar, harga, perjudian, keuangan, keamanan, analisis, aset, bisnis, pilihan, harapan, investasi, pengukuran, rencana, proses, melindungi, berisiko, strategi, kekayaan, hijau, kuning, desain grafis, animasi, lingkaran, ilustrasi, clip art, roda, Gambar In PxHereKatanya menguntungkan, kok ada resikonya?

Memang seperti itulah investasi, di satu sisi memang menguntungkan namun bukan berarti tanpa ada resiko sama sekali.

Adapun beberapa resiko dalam berinvestasi yang harus kamu ketahui yaitu sebagai berikut :

Resiko Suku Bunga

Resiko investasi yang satu ini terjadi karena adanya nilai relatif aktiva berbunga.

Perubahan suku bunga inilah yang mempengaruhi besarnya return atau pendapatan yang akan didapatkan.

Contoh investasi yang memiliki resiko suku bunga adalah obligasi.

Resiko Inflasi

Ilustrasi inflasi. Gambar via liputan6.com

Adanya inflasi di suatu negara juga bisa berpengaruh terhadap investasi.

Uang yang kamu miliki saat ini dari investasi bisa saja tidak bernilai karena terjadinya perubahan daya beli.

Orang-orang yang berinvestasi pada instrumen terkait investasi pasti akan terpengaruh dengan resiko ini.

Resiko Pasar

Resiko yang bisa terjadi pada investasi selanjutnya adalah resiko pasar.

Resiko ini biasanya terjadi karena beberapa hal yaitu :

  • Resesi ekonomi.
  • Isu keamanan.
  • Spekulasi.
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kondisi pasar yang tidak menentu bisa membuat siapa saja pasti merasakan resiko investasi yang satu ini.

Namun meski begitu, hal seperti ini biasanya nggak berlangsung lama kok.

Jadi, ketika menghadapi kondisi fluktuasi pasar, jangan terburu-buru mencairkan dana investasi.

Tunggu saja sampai kondisi pasar sudah benar-benar stabil.

Resiko Nilai Mata Uang

Resiko investasi ini disebabkan karena adanya kurs perubahan valuta asing di pasaran.

Misalnya seperti ini…

Dua hari yang lalu, kurs 1 dollar masih berada di angka Rp 14.500 kemudian tiba-tiba hari ini turun drastis menjadi Rp 12.500.

Perubahan kurs tersebut, sangat berpengaruh terhadap nilai investasi yang akan kamu dapatkan.

Kalau kurs lagu turun, biasanya investor mengeluarkan rupiah dengan jumlah yang lebih banyak.

Resiko Likuiditas

Likuiditas adalah salah satu resiko dalam investasi yang diakibatkan karena sulitnya menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.

Nah, kalau sudah sulit menyediakan uang otomatis akan sulit melakukan pembayaran yang notabene harus dilakukan.

Dan resiko ini umumnya terjadi pada pasar baru atau masih bervolume kecil.

Resiko Re-Investasi

Reinvestasi

Re-investasi artinya menginvestasikan kembali.

Ini berarti resiko re-investasi adalah risiko yang terjadi pada penghasilan dari suatu aset keuangan yang mengharuskan mereka untuk berinvestasi kembali.

Melakukan re-investasi sangat besar peluangnya andaikata arus kas investasi akan menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah ketika diinvestasikan kembali ke instrumen investasi lainnya.

Resiko Negara

Dan resiko terakhir dalam investasi adalah resiko negara.

Kondisi suatu negara, terutama kondisi politiknya sangat berpengaruh terhadap kondisi investasi suatu negara.

Karena biasanya, investor yang akan menanamkan modal dari luar negeri akan melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi perpolitikan negara.

Apakah stabil dan dalam kondisi baik? Atau justru tidak?

Jika tidak mereka enggan untuk berinvestasi di negara tersebut.

Sedikit investor berarti uang sedikit. Dan jika hal ini terjadi membuat perjalanan investasi menjadi terganggu.

Berbeda halnya jika suatu negara banyak investornya, maka semakin menguntungkan perputaran investasi dan uang di negara tersebut.

Itulah sebabnya mengapa Presiden Indonesia, Bapak Joko Widodo sangat menginginkan banyak investor masuk ke Indonesia

Tips Berinvestasi Bagi Pemula

Kamu baru pertama berinvestasi?

Mau investasi tapi takut rugi atau loss? Aku akan berikan beberapa tips sederhana yang bisa membantumu investasi tanpa tingkat resiko kerugian yang kecil.

Mari simak pembahasannya sampai selesai.

Tentukan Tujuan

Sebelum kamu berinvestasi, tentukan tujuan terlebih dahulu.

Apakah kamu menginginkan uang/aset untuk jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang?

Sebab, beda tujuan beda pula jenis investasi.

Sebagai contoh, deposito.

Deposito ini adalah investasi jenis jangka panjang, kamu tidak semudah itu menarik uang dalam waktu singkat.

Sehingga tidak cocok dilakukan bagi kamu yang memiliki tujuan finansial jangka pendek misalnya

  • membayar kontrakan,
  • membayar kuliah,
  • membayar cicilan, atau membayar tanggungan-tanggungan yang lainnya.

Belajar Terlebih Dahulu

Sebelum langsung terjun, pastikan tau terlebih dahulu ilmu tentang investasi.

Kamu bisa membaca artikel ini, karena telah dijelaskan tentang investasi dan jenis-jenisnya dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Karena pada dasarnya investasi sesungguhnya tidak mudah dilakukan dan juga cukup beresiko.

Saat awal-awal berinvestasi bukan tidak mungkin kamu akan gagal.

Dan jika gagal, jangan menyerah dan teruslah belajar dan bangkit kembali.

Pastikan Memiliki Uang Cukup

Yang tidak kalah penting adalah seorang investor harus memiliki modal atau uang yang cukup.

Bukan tanpa alasan, karena uang adalah salah satu instrumen terpenting dalam berinvestasi.

Bagaimana mungkin bisa berinvestasi jika tidak ada uang yang diinvestasikan?

Justru investasi lebih direkomendasikan apabila kamu memiliki uang banyak. Kalau pas-pasan bagaimana?

Sebaiknya tunda terlebih dahulu, dan untuk sementara menabung saja karena sewaktu-waktu bisa kamu ambil dengan cepat tanpa melewati banyak proses.

Berkomitmen

Dalam berinvestasi diperlukan komitmen yang sangat kuat.

Khususnya komitmen untuk menyisihkan sebagian uang yang nantinya akan dipakai untuk berinvestasi.

Kalau sudah berkomitmen, kamu tidak akan menggunakan sisa-sisa uang untuk hal tidak berguna seperti.

  • Dugem
  • Foya-foya
  • Beli barang yang tidak perlu.

Akan tetapi sisa-sisa uang yang dimiliki pasti ditabung atau diinvestasikan sehingga bisa dirasakan manfaatnya di masa mendatang.

Komitmen yang kamu lakukan akan berbalas dengan terwujudnya keinginanmu untuk mendapatkan hal-hal tertentu.

Diversifikasi

Bagi kamu yang melakukan invest, disarankan melakukan diversifikasi.

Apa maksudnya?

Jadi diversifikasi itu adalah investasi pada lebih dari instrumen. Kamu sebaiknya tidak berinvestasi hanya pada satu instrumen saja.

Ini untuk mengantisipasi jika terjadi kegagalan.

Kalau gagal di investasi A, masih ada investasi B, investasi C, investasi D, dan lain sebagainya.

Ketahui Profil Resiko

Sebelum berinvestasi, kenali dirimu terlebih dahulu.

Tipe apakah kamu?

  1. Berinvestasi langsung dalam jumlah besar, atau
  2. Berinvestasi beberapa kali dalam jumlah kecil.

Apabila kamu termasuk yang pertama, berarti profil resikomu tinggi. Sebab, investasi jumlah besar resikonya juga besar.

Sementara itu apabila kamu termasuk yang nomor dua, berarti kamu termasuk profil resiko rendah.

Sebelum investasi, sebaiknya kenali terlebih dahulu seperti apa profil resiko kamu.

Cek Legalitas Perusahaan Investasi

Jangan taruh uang kamu di tempat yang sembarangan!

Karena sangat berbahaya, bisa-bisa uangmu hilang entah kemana.

Kalau mau investasi, investasilah di tempat yang resmi dan memiliki legalitas.

Setidak-tidaknya perusahaan investasi legal pasti terdaftar di Otoritas Jasa Keungan. Kalau nggak, berarti ilegal dan bukan tidak mungkin investasi bodong.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai investasi, mulai dari pengertian, jenis-jenis, tujuan, manfaat, hingga tips melakukannya. Ayo berinvestasi demi kebaikan di masa depan.